Penjualan PS4 Lesu, Saham Sony Anjlok ke Level Terendah

Agregasi Solopos, Jurnalis · Selasa 05 Februari 2019 13:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 05 326 2013909 penjualan-ps4-lesu-saham-sony-anjlok-ke-level-terendah-kCuXSuMcMS.jpg (Foto: Reuters)

TOKYO - Saham Sony Corp anjlok dengan laju terdalam sejak 2,5 tahun terakhir setelah melaporkan pertumbuhan yang lebih lambat dalam bisnis PlayStation 4 (PS4) dan pengurangan proyeksi pendapatan untuk tahun ini.

Saham Sony merosot 8,6%, terbesar sejak Juni 2016, setelah pendapatan operasional dalam lini bisnis PlayStation turun 14% menjadi 73 miliar yen (USD666 juta) pada kuartal IV.

Perusahaan menjual 8,1 juta konsol PlayStation 4 (PS4), lebih rendah dibandingkan dengan 9 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk total penjualan, Sony menurunkan prospeknya menjadi 8,5 triliun yen untuk tahun fiskal hingga Maret, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 8,7 triliun yen.

"Kami bergerak sideline sampai kami dapat menilai risiko dengan lebih baik di segmen game," ungkap Damian Thong, analis di Macquarie Group Ltd., dalam sebuah laporan setelah memangkas rating Sony menjadi netral.

"Keuntungan kuat dari perangkat lunak konsol game diimbangi oleh biaya promosi dan pemasaran yang lebih tinggi yang bertujuan untuk mendorong volume PS4," lanjutnya.

Selain itu, Goldman Sachs Group Inc. dan Nomura Holdings Inc. memangkas target harga mereka pada saham Sony. Sony mengungkapkan, lemahnya permintaan chip kamera, ponsel, dan layanan keuangan menjadi penyebab revisi target tersebut, meskipun penyesuaian pajak akan meningkatkan laba bersih.

Kinerja Sony menggarisbawahi perjuangan di perusahaan teknologi besar, yang memperkirakan permintaan yang melambat untuk produk dan layanan mereka. Apple Inc. sebelumnya melaporkan penurunan pendapatan untuk pertama kalinya dalam dua tahun, sementara produsen chipset Intel Corp dan Nvidia Corp telah memperkirakan penurunan penjualan karena perlambatan ekonomi China dan bayang-bayang Brexit.

Dalam tiga bulan terakhir di 2018, Sony mencatat laba operasional sebesar 377 miliar yen, sedikit lebih tinggi dari proyeksi analis sebesar 365 miliar yen. Setelah disesuaikan untuk peningkatan dalam bisnis musik, laba operasional jauh lebih rendah, yaitu 260 miliar yen. Adapun penjualan pada kuartal IV turun 10% menjadi 2,4 triliun yen.

 

Baca juga: Sony Bakal Fokus Pengembangan PlayStation 5

Dengan lebih sedikit game yang tersedia untuk PlayStation 4 yang sudah menua dan bisnis smartphone Sony Xperia yang masih merugi, Chief Executive Officer Kenichiro Yoshida harus membuktikan bahwa perputaran Sony dapat terus berlanjut alih-alih memuncak tahun ini.

Divisi smartphone terus berjuang, dengan kerugian operasional sebesar 15,5 miliar yen selama kuartal terakhir 2018. Yoshida sejauh ini menolak tekanan untuk menjual unit, bisnis ini dengan mengatakan sangat penting untuk mendorong inovasi termasuk penelitian terkait teknologi 5G.

"Pasar mengamati dengan seksama untuk perubahan haluan dalam bisnis komunikasi seluler, tetapi tampaknya akan menjadi lebih buruk tiap tahunnya karena penurunan penjualan unit ponsel pintar," kata Andrew Jackson, kepala ekuitas Jepang di Soochow CSSD Capital Markets.

Untuk tahun fiskal saat ini, laba operasional Sony diperkirakan mencapai 870 miliar yen, lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi analis yang disusun Bloomberg sebesar 884 miliar yen.

Konsol PS4 yang menuju tahun keenamnya, diperkirakan akan melampaui tonggak penjualan 100 juta unit pada pertengahan 2019, menjadikannya sebagai salah satu konsol terlaris dalam sejarah.

Di sisi lain, kinerja penjualan judul game di tahun 2019 diperkirakan lebih rendah dari tahun sebelumnya, di mana terdapat sejumlah game besar yang rilis seperti God of War, Spider-Man, serta Red Dead Redemption 2.

Untuk tahun fiskal ini, Sony mempertahankan perkiraannya untuk divisi gim sebesar 310 miliar yen.

Bisnis chip kamera Sony juga melihat dampak dari melambatnya permintaan global smartphone. Laba operasional lini bisnis chip turun 23% menjadi 46,5 miliar yen. "Kami berhati-hati tetapi tidak terlalu khawatir tentang CMOS meskipun penjualan iPhone lemah," tulis Atul Goyal, analis di Jefferies.

Sensor foto 48 megapiksel terbaru milik perusahaan terbukti menjadi tren di kalangan sejumlah produsen termasuk Xiaomi dan Huawei, yang mempromosikannya sebagai fitur utama dalam model baru smartphone mereka.

Pangsa pasar ponsel dengan dua kamera belakang atau lebih akan mencapai 74% dari pasar pada 2020, naik dari 29 persen tahun ini, ungkap JPMorgan Chase & Co. dalam laporan penelitian bulan ini.

 

Baca juga: 4 Game Paling Populer di Play Store

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini