Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo Blokir Konten Negatif di 11 Aplikasi Live Chat

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 12:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 207 2014742 kominfo-blokir-konten-negatif-di-11-aplikasi-live-chat-A2B9EkC1MQ.jpg Ilustrasi Aplikasi Live Chat (Foto: The Atlantic)

JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menemukan adanya konten negatif di 11 aplikasi live chat. Bahkan Kominfo telah berhasil memblokir sekira 2.334 konten negatef.

“Kesebelas aplikasi itu terdiri dari Bigo, BIGO LIVE, Cheez, Go Live, GOGO LIVE, KWAI GO, Live Me, Nonolive, Smule, TikTok, dan Vigo,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi, Kamis (7/2/2019).

Adapun aplikasi terbanyak yang diblokir kontennya adalah aplikasi Smule, yakni sebanyak 613 konten. Sementara pada urutan kedua, konten terbanyak yang diblokir pada aplikasi TikTok yakni 591 konten.

“Pertimbangan pemblokiran di TikTok karena pakaian yang digunakan tampak vulgar (293 konten); isu yang mengganggu dalam bentuk Tatto (227 konten) serta menunjukkan konten merokok, minuman keras dan obat obatan terlarang (48 konten). Selebihnya karena aksi, bahasa, erotis dan memuat anak di bawah umur,” kata Nando.

Ilustrasi

Baca Juga: Ini Daftar Ponsel Fitur Lipat yang Hadir di 2019

Kemudian, diurutan ketiga konten yang banyak diblokir dalam aplikasi KWAI GO sebantak 424 konten. Konten di KWAIGO tergolong negative karena menunjukkan aksi yang tidak layak atau vulgar (172 konten), pakaian yang vulgar (103 konten), aksi yang membahayakan (79 konten). Selebihnya karena konten yang menampilkan erotisme, merokok, minuman keras, penyiksaan mahluk hidup.

Selanjutnya di aplikasi Vigo (225 konten), Go LIve (197 konten), Nanolibe (124 konten), Bigo (89 konten), Bigo Live (32 konten), Gogo Live (20 konten), Live Me (13 konten) dan Cheez (6 konten).

Berdasarkan kategori konten terbanyak ditemukan konten yang tidak layak atau vulgar dari penggunaan pakaian sebanyak 1653 konten. Selanjutnya konten yang mengganggu berupa Tatto (227 konten dan konten aksi vulgar (97 konten).

Pelaporan itu diterima Kementerian Kominfo melalui @aduankonten dan website aduankonten.id serta sudah ditindaklanjuti dengan tindakan pemblokiran oleh Kementerian Kominfo dengan penapisan mencakup IP filtering, hosting, URL dan aplikasi, serta bekerja sama dengan pihak-pihak pengelola layanan atau aplikasi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini