WhatsApp Uji Coba Algoritma untuk Fitur Status

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 12:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 207 2017264 whatsapp-uji-coba-algoritma-untuk-fitur-status-c8Af4HyBs1.jpg Ilustrasi WhatsApp (Foto: Mashable)

JAKARTA - WhatsApp tampaknya tengah membenahi diri dengan menambahkan fitur baru. Kabarnya aplikasi perpesanan itu tengah menguji algoritma untuk fitur Status yang akan mengurutkan pembaruan berdasarkan relevansi, alih-alih urutan kronologis.

Dilansir dari laman Mashable, Rabu (13/2/2019), pengujian fitur baru tersebut dilakukan di sebagian kecil pengguna iPhone di Brasil, Spanyol, dan India. Meskipun demikian WhatsApp berencana untuk meluncurkan fitur secara lebih luas di masa depan.

Penyortiran algoritma baru ini akan memerintahkan pembaruan Status WhatsApp berdasarkan pembaruan siapa yang paling relevan. Sekarang ini, pembaruan telah ditempatkan dalam urutan kronologis terbalik, dengan Status paling baru muncul terlebih dahulu.

Tetapi metode ini bisa sulit bagi sebagian orang, karena memberikan preferensi kepada orang-orang yang paling sering memposting. Alih-alih, algoritma baru akan mempertimbangkan berbagai sinyal, seperti Status siapa yang paling sering Anda lihat dan berinteraksi, serta siapa yang paling sering Anda kirimi pesan.

WhatsApp

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Keren di Play Store, Apa Saja?

Jika itu adalah aplikasi lain, perubahan semacam ini tidak terlalu mengejutkan. Tetapi WhatsApp agak berbeda dari rekan-rekannya karena menekankan privasi. Tidak seperti Facebook dan Instagram, aplikasi pesan terenkripsi tidak mengumpulkan banyak data pada penggunanya.

Algoritma baru tidak akan mengubahnya, karena informasi yang diperlukan untuk menentukannya akan disimpan di ponsel pengguna, dan tidak akan menyentuh server WhatsApp.

Meski begitu, Facebook dinilai memiliki sejarah yang berantakan dengan algoritma. Ketika Facebook pertama kali memindahkan News Feed ke feed algoritma, itu hampir tidak populer, dan algoritma Instagram masih dikritik dari beberapa sudut.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini