Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Vivo Lahirkan Sub-brand Baru

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 19:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 57 2018065 ini-alasan-vivo-lahirkan-sub-brand-baru-1Y66tIrewt.jpg Ilustrasi ponsel Vivo (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Sub-brand saat ini tampaknya mulai populer di kalangan perusahaan teknologi smartphone. Bahkan sub-brand dibuat untuk menyasar segmen yang berbeda yakni pasar menengah.

Seperti diketahui, Realme milik Oppo dan Redmi milik Xiaomi lebih menyasar pasar ponsel Rp2-3 jutaan.

Vivo pun tak mau ketinggalan, perusahaan asal China ini dikabarkan membuat sub-brand baru, iQOO. Menariknya, sub-brand tersebut dibuat untuk menyasar segmen premium, berbeda dengan kompetitor lain yang menyasar pasar menengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Tyas K Rarasmurti, Public Relations Manager Vivo Indonesia di kantor redaksi Okezone, Jakarta Pusat.

"Biasanya kan kalau yang lain sub-brand menyasarnya kan ke bawah, kalau kita itu ke premium. Kalau di Vivo itu sejarahnya, BKK Electronic kan ada tiga, Oppo, Vivo, dan Oneplus. Oppo itu menyasar ke mid-low, kemudian Vivo itu ke mid-up, kemudian Oneplus itu lebih ke gig banget yang suka RAM tinggi dan performa tinggi," kata Tyas.

Lebih lanjut, lanjut Tyas jika di China ketika brand tersebut telah menyasar pasar yang sesuai dengan segmennya. Namun memang cukup berbeda saat menyasar pasar luar negeri (di luar China).

 

Baca juga: Sasar Pasar Game Premium, Vivo Bikin Sub-brand Baru?

"Lalu mulai kan menyasar ke market luar 3 brand ini tidak bisa dikontrol. Jadi di Indonesia Oppo, Vivo marketnya sama harganya sama, di India juga. Jadi akhirnya saat membuat sub-brand untuk go back ke our start saja mau dikemanain," lanjut dia.

Sayangnya, Tyas juga mengungkapkan jika dirinya masih belum mengetahui apakah sub-brand tersebut akan hadir di Indonesia. Pasalnya, pasar Vivo di Indonesia masih sangat besar di menengah.

"Jadi untuk ponsel dengan harga yang premium yang Rp10 jutaan itu belum. Masih banyak hal yang harus dipersiapkan dari sisi brand awareness dan banyak lagi," katanya.

 

Baca juga: Gandeng Desainer Bo Linnemann, Vivo Umumkan Logo Baru

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini