Perlukah Developer Bikin Aplikasi Pelacak Kerabat Perempuan?

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 13:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 18 207 2019553 perlukah-developer-bikin-aplikasi-pelacak-kerabat-perempuan-B3FNgDcIwh.jpg (Foto: Popular Science)

RIYADH - Aplikasi bisa diunduh di ponsel pintar untuk mendukung berbagai pekerjaan atau memudahkan mengakses informasi atau layanan. Aplikasi juga dapat menelusuri keberadaan seseorang dengan mengandalkan fitur GPS.

Dikutip dari Voaindonesia, pemerintah Arab Saudi bersikukuh mempertahankan aplikasi yang digunakan para pria untuk melacak kerabat perempuan mereka setelah kelompok pembela hak-hak asasi manusia dan seorang anggota DPR AS mengecam beberapa perusahaan teknologi yang menawarkan aplikasi tersebut.

Aplikasi Absher menyediakan layanan “untuk seluruh kalangan…termasuk para perempuan, lansia dan orang dengan kebutuhan khusus,” kata Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu (17/2).

Aplikasi gratis itu bisa diunduh di ponsel pintar Android dan Apple. Para pengguna juga bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk memperbarui paspor, visa, dan layanan elektronik lainnya.

Namun para kritikus mengatakan aplikasi tersebut membuka peluang kekerasan terhadap para perempuan dan anak-anak perempuan karena para pria bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk melacak aktivitas mereka.

CEO Apple, Tim Cook, mengatakan kepada Radio Nasional AS awal pekan ini bahwa mereka belum mendengar mengenai keberadaan aplikasi tersebut. Tapi dia akan “mencari tahu.”

Senator AS Ron Wyden sudah memanggil Apple dan Google untuk menghapus aplikasi tersebut. Dalam cuitan di Twitter, Wyden mengatakan aplikasi tersebut mendorong “praktik-praktik kekerasan terhadap perempuan”.

 

Baca juga: Unik, Ponsel Ini Bisa Dibentuk Jadi Jam Tangan

Menurut hukum Saudi, para perempuan harus mendapat izin dari suami atau kerabat dekat pria untuk memperbarui paspor atau ke bepergian ke luar Saudi.

Kementerian mengecam hal itu sebagai “kampanye sistematis yang bertujuan untuk mempertanyakan tujuan dari layanan tersebut”.

Pihak Saudi menolak “upaya mempolitisasi” aplikasi tersebut.

Hal itu muncul pada saat Arab Saudi menghadapi sorotan tajam atas pembunuhan mengejutkan wartawan Jamal Khashoggi tahun lalu. Kasus pembunuhan sadis itu memunculkan kembali catatan HAM negara kerajaan itu.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah berhasil menarik perhatian internasional karenz dengan cepat melesat ke tampuk kekuasaan dan berjanji melaksanakan reformasi sosial dan ekonomi.

Kerajaan itu sudah menahan sejumlah aktivis HAM dan perempuan. Beberapa dari mereka ditahan karena dituduh membahayakan keamana nasional. Informasi mengenai keberadaan para aktivis dan status hukum kasus mereka sangat minim.

 

Baca juga: Ingin Main Game PUBG Lite di PC, Begini Caranya

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini