YouTube Jadi Penyebab Meningkatnya Pengikut Teori Bumi Datar?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 18:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 19 207 2020181 youtube-jadi-penyebab-meningkatnya-pengikut-teori-bumi-datar-ghpsDCnloD.jpg (Foto: Google Earth)

JAKARTA - Teori Bumi datar sempat mengemuka dan jumlah orang yang mempercayainya dikabarkan meningkat. Hal tersebut tidak terlepas dari peran YouTube, menurut sebuah penelitian.

Dilansir Cnet, Asheley Landrum merupakan asisten profesor komunikasi sains di Texas Tech University. Ia mempelajari bagaimana nilai-nilai budaya mempengaruhi pemahaman manusia tentang sains.

Baru-baru ini dia melihat munculnya teori Bumi datar. Dikatakan bahwa lebih banyak orang percaya Bumi datar ketimbang sebelumnya.

Pencarian Google untuk "flat earth" telah berkembang secara masif selama lima tahun terakhir dan konvensi Bumi datar mulai bermunculan di seluruh dunia. Landrum mempelajari mengenai hal ini.

Landrum mewawancarai 30 orang yang menghadiri satu konvensi Bumi datar dan mendapati bahwa semua kecuali satu menjadi pengikut teori Bumi datar setelah menonton video di YouTube.

Dia mempresentasikan penelitiannya di sebuah acara yang dijalankan oleh American Association for the Advancement of Science.

Sementara Landrum tidak secara eksplisit menyalahkan YouTube atas kenaikan jumlah orang percaya Bumi yang datar, ia percaya bahwa Google bisa berbuat lebih banyak untuk menghentikan penyebaran gagasan yang salah secara ilmiah.

 

Baca juga: Supermoon Bisa Disaksikan di Indonesia, Waspada Pasang Air Laut

"Ada banyak informasi bermanfaat di YouTube tetapi juga banyak informasi yang salah. Algoritma mereka membuatnya mudah berakhir di 'lubang kelinci', dengan menyajikan informasi kepada orang-orang yang akan lebih rentan terhadapnya," katanya, seperti dilansir The Guardian.

Google telah mengakui masih ada yang bisa dilakukan untuk memerangi penyebaran informasi palsu di YouTube.

"Kami akan mulai mengurangi rekomendasi konten batas dan konten yang dapat memberi informasi yang salah kepada pengguna dengan cara yang berbahaya seperti video yang mempromosikan obat ajaib palsu untuk penyakit serius, mengklaim Bumi datar, atau membuat klaim palsu terang-terangan tentang peristiwa bersejarah seperti 9/11," kata tim YouTube.

Tim YouTube mengakui ini akan menjadi "perubahan bertahap".

 

Baca juga: Menilik Proyek Palapa Ring, Jaringan Serat Optik Sepanjang 36.000 Km

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini