China Klarifikasi Tudingan AS Terkait Huawei

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 19 207 2020270 china-klarifikasi-tudingan-as-terkait-huawei-vQKtwgeZmf.jpg (Foto: Reuters)

Dia menambahkan, penggunaan undang-undang untuk memayungi keamanan nasional serta aturan bagi individu dan perusahaan untuk bekerjasama dengan kegiatan intelijen nasional merupakan praktik yang lumrah.

Negara anggota aliansi Five Eyes -- AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru -- serta sejumlah negara Barat seperti Prancis dan Jerman pun memiliki payung hukum yang serupa itu, katanya.

Pemerintah China selalu meminta perusahaan di negara tersebut untuk menjalankan kerjasama ekonomi dalam kerangka hukum serta menjalankan operasinya sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Dia menambahkan Tiongkok selalu menjunjung prinsip hukum internasional seperti kedaulatan, kesetaraan, serta kerjasama yang saling menguntungkan.

Pemerintah China tidah pernah meminta organisasi atau individu tertentu untuk melanggar hukum atau membangun "backdoors" yang berguna untuk menghimpun data, informasi atau intelijen di luar negeri, kata jubir tersebut.

"AS dan sekutunya menggunakan standar ganda. Mereka secara sengaja membangun persepsi publik yang salah terkait isu ini," kata Geng.

"Mereka menggunakan isu ini untuk menekan hak dan kepentingan perusahaan Tiongkok untuk berkembang, lewat motif politik yang bertujuan untuk mengintervensi perilaku ekonomi. Itu merupakan perilaku munafik, tak bermoral dan tidak adil," tuturnya.

 

Baca juga: Ketahui Asal Usul Istilah 'Unicorn' di Dunia Startup

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini