Share

Ketahui Polusi Cahaya yang Mengancam Bumi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 24 Februari 2019 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 24 56 2022112 ketahui-polusi-cahaya-yang-mengancam-bumi-MnQeY0uyMY.jpg Ilustrasi Polusi Cahaya (Foto: iStok)

JAKARTA- Definisi polusi cahaya, juga dikenal sebagai photopollution atau polusi bercahaya, adalah penggunaan pencahayaan luar ruangan yang berlebihan, salah arah atau invasive.

Dilansir dari laman Delmarfans, Minggu (24/2/2019) pencahayaan yang salah kelola mengubah warna dan kontras langit malam hari, melampaui cahaya bintang alami, dan mengganggu ritme sirkadian (proses 24 jam kebanyakan organisme), yang mempengaruhi lingkungan, sumber daya energi, satwa liar, manusia, dan penelitian astronomi.

Ancaman polusi cahaya terus tumbuh karena permintaan cahaya buatan meningkat setiap tahun. Photopollution bukanlah fenomena baru, bahkan selama 50 tahun terakhir, ketika negara-negara menjadi semakin makmur dan urban, permintaan untuk pencahayaan luar ruangan meningkat dan polusi cahaya menyebar di luar batas kota dan ke daerah pinggiran kota dan pedesaan.

Polusi Cahaya

Baca Juga: NASA Punya 12 Eksperimen Sains dan Teknologi untuk Pendaratan di Bulan

Bentuk polusi banyak ditemukan dan tampak lazim di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, terutama di kota-kota seperti Los Angeles, New York dan Washington DC. Pada 2008, majalah National Geographic menyebut Chicago sebagai kota yang paling tercemar cahaya di Amerika Serikat.

Namun, tempat paling berpolusi di dunia adalah Hong Kong, Cina. Pada bulan Maret 2013, Universitas Hong Kong menamai kota itu yang paling ringan tercemar di dunia.

Sebuah studi oleh universitas menemukan langit malam di Tsim Sha Tsui, sebuah lingkungan perkotaan di selatan Kowloon, Hong Kong, menjadi 1.200 kali lebih terang daripada langit kota perkotaan normal.

Polusi bercahaya sebesar ini sedang meningkat di seluruh dunia. Dalam sebuah artikel 2010 dari Jurnal Ekologi dan Masyarakat , Hölker dan yang lainnya menyatakan penggunaan pencahayaan buatan meningkat 20% setiap tahun, tergantung pada wilayahnya, dan mencatat ada kebutuhan mendesak akan kebijakan polusi cahaya yang melampaui efisiensi energi untuk menyertakan manusia, hewan dan lingkungan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini