Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai Investasi Asing Unicorn, Kominfo: Tetap untuk Indonesia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 11:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 27 207 2023412 ramai-investasi-asing-unicorn-kominfo-tetap-untuk-indonesia-FSHiqttKsk.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai unicorn yang merupakan startup dengan valuasi minimal USD1 miliar atau setara Rp14 triliun. Adapun empat unicorn di Indonesia antara lain, Gojek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Sayangnya sebagian masyarakat merasa resah tentang dominasi investasi asing unicorn di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan jika investasi tersebut akan kembali ke masyarakat Indonesia. Pasalnya perusahaan startup tersebut menjadi bagian yang penting untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat.

"Misalnya saja Gojek, mau kalau ditutup? tidak kan pasti, karena mempermudah transportasi di Indonesia. Atau, apa mau Traveloka ditutup? kan tidak," kata Rudiantara dalam Forum Merdeka Barat 9 di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Tidak hanya sampai disitu, Rudiantara juga menjelaskan jika pertumbuhan startup digital dan unicorn di Indonesia sangat cepat. Bahkan, ia optimis jika akan ada unicorn baru di Indonesia tahun ini.

Meskipun demikian, Menteri Rudiantara menyatakan aplikasi teknologi yang dikembangkan bukanlah layaknya dewa, maka yang paling penting untuk dikembangkan adalah pola pikir manusia.

"Karena itu kita harus dorong Startup Indonesia, dari sini akan tumbuh pemikiran baru, kalau startup sudah divaluasi secara bisnis, barulah kita bicara unicorn," ucap Menteri Rudiantara.

 

Baca juga: Kominfo Optimis Akan Ada 5 Unicorn di 2019

Salah satu peran pemerintah, menurut Rudiantara adalah mempermudah masyarakat, apalagi masyarakat atau anak muda bangsa yang ingin mengembangkan bisnis digitalnya menjadi startup hingga menuju unicorn. Oleh karena itu, dalam hal perizinan, Kementerian Kominfo selalu memudahkan masyarakat.

"Pemerintah justru dari sisi regulasi mempermudah masyarakat, kalau ada yang sudah siap menjadi startup di Indonesia tidak perlu minta izin ke Kominfo, ke Kominfo hanya registrasi, registrasinya pun online. Jadi kalau tidak perlu izin ya tidak perlu izin, izinnya nanti di sektor. Contohnya fintech, izinnya ya ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Rudiantara.

Selain itu, Rudiantara juga menjelaskan Pemerintah melalui Kementerian Kominfo terus berupaya memberikan fasilitas di bidang teknologi untuk masyarakat. Salah satunya melalui Program 1000 Startup Digital. Program itu ditujukan untuk menyiapkan pelaku-pelaku bisnis yang ingin menjadi Startup dan Unicorn.

"Kita fasilitasi masyarakat agar bagaimana mereka diinkubasi dan diakselerasi. Jadi, pemerintah saat ini melakukan akselerasi seperti banyaknya Startup yang bagus-bagus dan berkualitas tapi masih minim pendanaan. Sehingga, program 1000 Startup merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat," imbuh Rudiantara.

Terakhir ia berharap, dalam waktu dekat salah satu di antara unicorn yang ada harus menjadi decacorn. Jika hal ini terjadi, menurut Rudiantara sudah jelas pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya di era digital ini berkembang sangat baik.

 

Baca juga: Oppo Ungkap Smartphone Layar Lipat, Ini Tampilannya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini