Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aplikasi Pelacak Wanita di Arab Saudi Capai 11,6 Juta Pengguna

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 14:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 04 207 2025576 aplikasi-pelacak-wanita-di-arab-saudi-capai-11-6-juta-pengguna-40gC5zfYKK.jpg Ilustrasi Aplikasi Absher (Foto: Arab News)

JAKARTA - Aplikasi Absher yang diduga mendukung budaya patriarki di Arab Saudi telah dianggap sebagai platform terkemuka untuk mengakses layanan pemerintah.

Bahkan, 11,6 juta pengguna telah menggunakan aplikasi tersebut. Ini dianggap sebagai aplikasi satu klik yang menyediakan akses instan ke layanan Kementerian Dalam Negeri Saudi. Sementara itu untuk pengguna wanitanya juga cukup banyak yakni mencapai 2 juta pengguna. 

"Jumlah wanita yang menggunakan Absher meningkat luar biasa pada tahun 2018," kata manajer Absher Atiyah Al-Anazy, seperti dilansir dari Arab News, Senin (4/3/2019).

Wanita yang menggunakan aplikasi juga lebih banyak. "Kami menemukan pengguna wanita memiliki lebih banyak layanan sekarang, dengan SIM, registrasi akun, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak," kata Al-Anazy.

Bahkan, menurut Brig. Jenderal Khaled Alkhesifan, direktur teknologi di Jawazat, sekarang orang akan dapat membuka rekening bank melalui Absher.

Absher

Baca Juga: Google Tolak Hapus Aplikasi yang Melacak Wanita di Arab Saudi

Absher, dibuat pada 2007, secara luas dianggap sebagai platform terkemuka di kawasan ini untuk mengakses layanan pemerintah. Tersedia untuk warga negara Saudi dan ekspatriat, memungkinkan mereka untuk menghindari birokrasi yang memakan waktu dan antrian yang panjang.

Misalnya, pengguna Absher sekarang dapat mendelegasikan dan mengizinkan orang lain untuk mengunjungi Jawazat dan menyelesaikan formalitas yang diperlukan atas nama mereka untuk menggunakan layanan dan mendapatkan dokumen.

"Dan jika Anda kehilangan Iqama Anda (kartu residensi), Anda dapat masuk ke akun Absher Anda dan segera melaporkannya," kata Alkhesifan.

Sebelumnya diberitakan jika, Google telah menolak untuk menghapus aplikasi yang telah menjadi sorotan karena tampak mendukung budaya patriarki di negara tersebut. Sementara itu, Apple tengah mempertimbangkan untuk menyelidiki aplikasi.

Dilansir dari laman Tech Spot, Absher tersedia di Google Play Store dan App Store. Aplikasi ini memiliki banyak fitur seperti membayar denda parkir, mendaftarkan kelahiran, atau memperbarui SIM.

Tetapi satu fitur telah menyebabkan protes dari para aktivis hak asasi manusia, yakni kemampuan bagi pria untuk melacak, mengizinkan, dan menolak rencana perjalanan yang dibuat oleh istri atau anak perempuannya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini