Ini Alasan Huawei Layangkan Gugatan ke Pemerintah AS

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 14:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 08 54 2027403 ini-alasan-huawei-layangkan-gugatan-ke-pemerintah-as-maFPUi7M9K.jpg Ilustrasi Huawei (Foto: CNBC)

JAKARTA - Huawei melayangkan gugatan ke pengadilan federal AS atas pembatasan produk Huawei di Amerika. Gugatan tersebut diajukan langsung ke Pengadilan Distrik Amerika di Plano, Texas.

Dalam gugatannya, Huawei meminta hakim untuk menerbitkan ketetapan bahwa pembatasan tersebut bertentangan dengan konstitusi.

Selain itu, pihaknya juga memohon untuk ditetapkannya putusan hukum untuk membatalkan pembatasan tersebut.

“Kongres Amerika Serikat telah berulang kali gagal mengajukan bukti yang mendukung pembatasan terhadap produk Huawei sehingga pihaknya memutuskan mengambil langkah hukum sebagai upaya terakhir yang sudah sepantasnya dilakukan,” kata Rotating Chairman Huawei, Guo Ping dalam keterangan resminya, Jumat (8/3/2019).

Menurut Ping pelarangan tersebut bukan hanya bertentangan dengan hukum, namun juga membatasi Huawei dari persaingan yang adil dan merugikan konsumen Amerika.

“Kami mengharapkan pengadilan mengeluarkan putusan yang kami yakini akan memberikan keuntungan kepada semua pihak, baik Huawei maupun warga Amerika,” imbuh dia.

 Huawei

Baca Juga: NASA Tangkap Gambar Tanah Misterius di Mars

Untuk diketahui dalam, Ayat 889 Undang-Undang NDAA Tahun 2019 tidak hanya menghalangi semua badan pemerintahan Amerika untuk membeli perlengkapan dan layanan Huawei, namun juga menghalangi badan-badan tersebut terlibat dalam kontrak, atau memberikan hibah atau pinjaman kepada pihak ketiga yang membeli perlengkapan atau layanan Huawei, tanpa melalui proses eksekutif maupun yudisial.

Dari sudut pandang Huawei, pembatasan dalam NDAA ini akan mencegah pihaknya untuk menyediakan teknologi 5G yang lebih canggih bagi konsumen di Amerika. Selain itu juga, ini bisa memperlambat penerapan tekonologi 5G pada sektor komersial, dan berpeluang menghambat berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja jaringan 5G di Amerika Serikat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini