Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bulan Tiruan Milik China Berpotensi Merusak Bumi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 12:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 08 56 2027578 bulan-tiruan-milik-china-berpotensi-merusak-bumi-tMNS8Br3pm.jpg Solar Panel Milik China (Foto: CNN)

JAKARTA- China saat ini tengah berupakan mengembangkan pembangkit energi surya. Ini rencananya akan dikirim ke ruang angkasa pada 2020. Lalu diharapkan bisa mengirim energi ke bumi untuk menerangi seluruh bumi di masa depan

Dilansir dari laman CNN, Sabtu (8/3/2019) proyek yang juga dikenal dengan bulan tiruan ini diklaim menjadi lompatan monumental dalam memerangi kecanduan Bumi terhadap sumber daya yang memperburuk polusi udara dan pemanasan global.

Lebih lanjut, pembangkit listrik tenaga surya berbasis ruang juga dapat memberikan alternatif bagi generasi saat ini dari sumber energi terbarukan yang relatif tidak efektif di bumi.

Para ilmuwan sebelumnya berpikir bahwa teknologi ini akan sangat mahal. Akan tetapi China berjanji untuk berinvestasi sekira USD367 miliar dalam pembangkit listrik terbarukan finansial.

Meskipun demikian, ilmuwan dari Universitas Indianapolis, Peter Schubert mengkhawatirkan teknologi buatan tersebut. Selain menyediakan energi terbarukan yang konstan untuk planet ini, pembangkit tenaga surya ruang angkasa, secara teori, dapat memfokuskan sinar ke luar dan pesawat ruang angkasa, menghilangkan kebutuhan sayap sel surya dan sangat meningkatkan tingkat daya dan akurasi kontrol.

Bulan

Baca Juga: Agate Lahirkan Game Dilan, Terinspirasi dari Film

Sinar energi juga dapat mengarahkan daya ke daerah-daerah terpencil atau bahkan menghilangkan sistem cuaca yang merusak seperti topan.

"Radiasi koheren dari laser sangat jauh berbeda dari pendekatan gelombang mikro atau gelombang radio (jika dipersenjatai) laser dapat membakar sebuah kota ke tanah dalam hitungan menit atau jam," kata Schubert.

Schubert menambahkan bahwa satelit di orbit geostasioner memiliki pandangan sekitar sepertiga dari permukaan bumi, yang akan menghadirkan keuntungan taktis besar.

"Menurut pendapat saya bahwa tidak ada negara besar yang akan mengizinkan negara lain untuk memasukkan laser 5 GW (orbit goestationary). Seperti yang diketahui semua orang, tidak ada yang namanya sistem yang tidak dapat dibongkar. Laser daya yang besar terlalu berisiko untuk dimasukkan ke ruang angkasa,” imbuh dia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini