Perang Dagang AS Bisa Usik Kerjasama Huawei dengan Google

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 15:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 13 207 2029368 perang-dagang-as-bisa-usik-kerjasama-huawei-dengan-google-XlU5cUmm4g.jpg Ilustrasi Huawei (Foto: Forbes)

JAKARTA- Baru-baru ini CEO Huawei, Richard Yu mengungkapkan jika pihaknya sudah mempersiapkan senjata rahasia jika Amerika membatasi bisnisnya. Seperti diketahui, belum lama ini Huawei telah melayangkan gugatannya terkait pembatasan di Amerika.

Pembatasan itu membuat rakasaa teknologi asal China tersbebut kesulitan menyediakan teknologi 5G untuk konsumen di Amerika. Belum lagi Huawei juga tidak bisa bekerja sama dengan beberapa perusahaan Amerika, seperti Google, Microsoft dan Qualcomm.

“Huawei tidak akan menimbulkan ancaman karena peralatan jaringannya tidak akan memiliki pintu belakang. Standar keamanan yang diadopsi oleh perusahaan sangat tinggi baik dari segi perangkat lunak dan desain perangkat keras,” ungkap Yu, seperti dilansir dari laman Android Pit, Senin (13/3/2019).

Terlebih tentang dikeluarkannya Huawei dari kontrak pembangunan infrastruktur 5G, Yu mengungkapkan jika itu merupakan murni politis. Menurutnya, tidak ada alasan teknis untuk mengecualikan pabrikan China itu.

"Kami tidak dapat menjual ponsel cerdas kami di AS, itu konsekuensinya. Tetapi ini tidak berdampak pada bisnis ponsel cerdas kami di seluruh dunia. Pangsa pasar kami berkembang pesat. Perangkat lunak Android pada perangkat kami bahkan berasal dari Google, sebuah perusahaan Amerika. Kami bekerja dengan banyak perusahaan AS, termasuk Qualcomm dan Microsoft," jelas Yu. 

Google

Baca Juga: Sasar Pengguna Muda, Ini Spesifikasi Ponsel Oppo Reno

Bisa berakibat pada pemutusan kerjasama dengan Google sebagai penyedia sistem operasi Adnroid. Huawei juga diduga tengah mempersiapkan diri untuk mengembangkan sistem operasinya sendiri. Presiden Yu pun menjawab dengan cara yang jelas dan tegas.

"Kami telah menyiapkan sistem operasi kami sendiri. Seandainya pernah terjadi bahwa kami tidak dapat lagi menggunakan sistem ini, kami akan siap. Itu rencana B kami, tapi tentu saja kami lebih suka bekerja dengan ekosistem Google dan Microsoft."

Jelas, Yu juga sepenuhnya menyadari kemungkinan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika terpaksa memutuskan hubungan mereka dengan Huawei. Namun, perusahaan menganggap sistem operasi baru ini (dikenal secara online sebagai KirinOS) sebagai senjata untuk tetap berguna dengan harapan tidak pernah dipaksa untuk menggunakannya.

Lebih lanjut Yu mengatakan bukan masalah jika Huawei harus melepas kedudukannya di Amerika. Bahkan sebaliknya ia menyebutkan jika pihaknya malah menaikan ekonomi di Amerika.

"Ekonomi AS mendapat manfaat dari kami, tidak ada yang bisa melakukannya sendirian di industri ini,” katanya.

Baca Juga: Gmail dan Google Drive Alami Gangguan Global, Pengguna Mengeluh

(ahl)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini