CTI IT Infrastructure Summit 2019 Hadirkan Teknologi AI

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 13 207 2029571 cti-it-infrastructure-summit-2019-hadirkan-teknologi-ai-D73YW2sb7f.jpg CTI IT Infrastructure Summit 2019 Hadirkan Teknologi AI

JAKARTA - PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) hari ini menggelar konferensi dan pameran tahunannya CTI IT Infrastructure Summit 2019 di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta.

Melalui keterangan resmi kepada Okezone, event ini memiliki fokus pada teknologi Artificial Intelligence (AI) dan aplikasinya bagi bisnis.

CTI IT Infrastructure Summit 2019 yang memasuki tahun keenamnya menampilkan puluhan pembicara dan praktisi bisnis terkemuka serta demo teknologi dan solusi infrastruktur TI dari CTI Technology Center, vendor teknologi dunia, dan mitra bisnis CTI Group.

Konferensi ini setiap tahunnya menyajikan topik teknologi terbaru yang diprediksi akan menjadi tren di kalangan industri dalam setahun ke depan. Menariknya, pada konferensi tahun ini, CTI Group juga mengundang 10 startup Indonesia di bidang AI yang akan menampilkan inovasi terbaiknya kepada para peserta yang hadir.

 

Mengangkat tema “AI for Business: Bringing Cognitive Technology to Business Applications”, CTI IT Infrastructure Summit menghadirkan pakar teknologi Executive Partner of Gartner Executive Programs Paul Martin, Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan Binus University Prof. Dr. Widodo Budiharto, S.Si., M.Kom, dan Senior Director of South East Asia & Taiwan of Aruba Networks Justin Chiah.

Suasana seminar semakin hangat saat diskusi panel mengupas lebih dalam mengenai aplikasi AI bagi bisnis yang melibatkan VP of Research and Development Bukalapak Ibrahim Arief, CTO of IBM Asean Kalyan Madala, dan Managing Director PT Accenture Leonard Nugroho Tjiptohadikusumo, serta dimoderatori oleh praktisi TI Prof. Richardus Eko Indrajit.

“Teknologi AI sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari di antaranya melalui penggunaan virtual assistant dan aplikasi navigasi, hingga kini mulai diadopsi bisnis untuk meningkatkan layanan pelanggan (chatbot), mendeteksi fraud, bahkan memberikan rekomendasi medis. Meskipun sudah cukup banyak perusahaan yang mulai mengimplementasikan AI, terlebih menurut riset IDC bahwa Indonesia merupakan negara dengan adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara, namun masih banyak pelaku bisnis yang bingung bagaimana mendefinisikan use case AI di perusahaan serta apa saja yang perlu disiapkan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami mengumpulkan para ahli di bidang AI maupun profesional bisnis yang sudah berpengalaman dengan teknologi tersebut agar dapat sharing knowledge dan experience mereka kepada seluruh pelaku bisnis yang hadir di CTI IT Infrastructure Summit,” ujar Direktur CTI Group Rachmat Gunawan.

Lembaga riset Accenture memprediksi AI dapat meningkatkan produktivitas perusahaan sebesar 40% di tahun 2035 serta memberikan Nilai Tambah Bruto (GVA) di 16 industri sebesar USD14 triliun.

Melalui adopsi AI, nilai bagi keuntungan (profit sharing) di industri akan naik sebesar 84% pada sektor pendidikan, 74% pada layanan akomodasi dan makanan, 71% pada konstruksi, 59% pada wholesale dan ritel, serta 55% pada sektor kesehatan.

Di industri manufaktur sendiri, AI dapat menghemat biaya inventaris keseluruhan sebesar 20%-50% dan mengurangi potensi kesalahan prediksi supply chain sebesar 50%, serta biaya logistik sebesar 5-10%.

Baca juga: Xiaomi Ungkap Kehadiran Redmi Note 7 di Indonesia

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini