Ini Produsen Ponsel yang Paling Produktif dalam 10 Tahun Terakhir

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 19:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 57 2030608 ini-produsen-ponsel-yang-paling-produktif-dalam-10-tahun-terakhir-gqjph1XM9e.jpg (Foto: CNet)

JAKARTA - Industri smartphone terbilang dinamis karena sudah kerap melewati sejumlah perubahan seiring perkembangan teknologi dan segmentasi pasar. Mulai dari ukuran pasar, evolusi bentuk produk, perilaku konsumen, hingga pemain yang datang dan pergi.

Melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, Statista mencatat, Nokia masih menjadi raja pasar dengan jumlah market share yang cukup besar (24%) pada satu dekade lalu. Akan tetapi kini Samsung, Huawei, Apple, Xiaomi, dan OPPO adalah merek dengan market share paling tinggi di industri smartphone global menurut laporan International Data Corporation (IDC) untuk periode Q3 tahun 2018.

Laporan itu juga menyebut bahwa persentase penguasaan pasar dunia dari lima produsen smartphone ini telah mencapai 69 persen. Artinya dari sepuluh orang pengguna smartphone, ada 7 orang yang menggunakan produk Samsung, Huawei, Apple, Xiaomi, ataupun OPPO.

Bagaimana sebenarnya dinamika industri ponsel dalam 10 tahun terakhir? Negara manakah yang menjadi kiblat produk ponsel pintar di masa kini? Dan sejak kapan merek ponsel China mulai mendominasi pasar?

Tim iPrice menelusuri hal-hal itu dengan menggunakan data dari GSM Arena.

Dinamika Industri Ponsel dalam 10 Tahun Terakhir

Jika sepuluh tahun lalu kita berbicara tentang ponsel di lingkaran warung kopi, maka Samsung dan Nokia sudah tentu jadi bahasan utama. Penetrasi Apple belum begitu menjadi buah bibir karena relatif baru di industri ini.

Kalaulah berbicara tentang iPhone buatan Apple, praktis hanya sebatas protes terkait harganya yang tidak ramah dompet orang awam.

Akan tetapi, tahukah Anda apa saja yang telah terjadi di industri ponsel dalam 10 tahun ke belakang? Ada sejumlah temuan utama yang bisa ditafsirkan dari data jumlah model ponsel sejak 2009.

Model ponsel adalah istilah untuk merujuk produk yang telah dihasilkan dalam waktu tertentu. Contohnya model smartphone Apple berupa iPhone Xs, model terbaru ponsel Samsung adalah Samsung Galaxy S10, dan sebagainya.

Awalnya Apple Hanya Merilis 1 Model iPhone per Tahun

Beberapa tahun belakangan Apple cukup agresif menciptakan sejumlah model ponsel iPhone. Yang terbaru, kita disuguhkan trio iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR.

Tapi awalnya, Apple hanya mengandalkan satu model ponsel per tahun dalam industri ini. Kemudian mulai tahun 2013 produsen asal California ini konsisten merilis lebih dari 1 model.

Kala itu, Apple membuat model iPhone 5s dan iPhone 5c. Pijakan strategi ini, menurut analisis Business Insider, yakni untuk menyasar konsumen yang lebih luas. Dan jika melihat data dari Fortune, penambahan model iPhone selaras dengan meningkatnya marketshare Apple.

Samsung Mendominasi, tetapi Produktivitasnya Menurun Tiap Tahun

Samsung punya 643 model ponsel dalam kurun 10 tahun terakhir. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dibanding model ponsel merek lain. Huawei yang belakangan menjadi kompetitor marketshare terdekat Samsung hanya menelurkan 192 model dalam kurun waktu yang sama. Apple lebih sedikit, yakni hanya menciptakan 20 model dalam satu dasawarsa ini.

Dominan memang, tetapi catatan jumlah model dari Samsung memperlihatkan penurunan yang berkelanjutan jika diperhatikan lebih rinci. Pada rentang 2009-2013 Samsung merilis 461 model ponsel yang berbeda. Sedangkan pada periode 2014-2018 hanya menciptakan 182 model. Produktivitas produsen Korea Selatan ini menyusut hingga selisih 7,72% dalam 5 tahun belakangan.

Barangkali orang mengira bahwa salah satu penyebab berkurangnya agresivitas perilisan model baru adalah karena malfungsi model Samsung Galaxy Note 7 pada tahun 2017. Tapi menurut bedahan Forbes, biaya operasional untuk produksi dan logistik menjadi alasan mengapa Samsung lebih pilih-pilih untuk mengeluarkan model baru.

 

Samsung Kalah pada Vivo sebagai Produsen Terproduktif 2018

Tahun 2018 bisa disebut sebagai periode paling kontraproduktif bagi Samsung jika melihat jumlah model yang dikeluarkan. Hanya ada 24 model baru dari Samsung, termasuk Samsung Galaxy S9 dan S9+. Tapi melihat catatan dari data model ponsel, sebenarnya turunnya produtivitas Samsung ini sudah terekam dari tahun-tahun sebelumnya.

Vivo justru menjadi produsen yang paling aktif membuat model pada tahun 2018. Ada 31 model ponsel dari merek ini. Peningkatan produktivitas ini selaras dengan penetrasi Vivo di ranah marketing. Merek China ini sejak 5 tahun terakhir secara bertahap memperluas ekspansi pasar ke Asia Tenggara, Asia Barat, dan Eropa. Dengan kata lain, Vivo memperbanyak model ponsel agar dapat menyesuaikan kebutuhan di masing-masing area ekspansinya.

2011 Menjadi Tahun Paling Produktif Secara Global

Sebanyak 384 model disodorkan ke pasaran ponsel global pada tahun 2011. Ini adalah jumlah yang paling masif dalam 10 tahun terakhir. Padahal pada tahun itu hanya ada sebelas produsen teratas di industri ini. Penetrasi produsen asal China juga belum begitu lincah.

Menilik catatan The Guardian, tahun 2011 merupakan periode Android mendapat kepopuleran. Banyak model ponsel berbasis Android dipasarkan demi memenuhi kebutuhan konsumen. Tapi di tahun yang sama, International Telecommunication Union (ITU) mencatat permintaan atas model ponsel feature phone juga masih banyak.

Terjadi Perubahan Tren Produksi Sejak 5 Tahun Terakhir

Ada 15 produsen ponsel paling produktif di dunia dengan 2792 model ponsel yang telah dirilis sejak tahun 2009. Rata-rata ada 279 model setiap tahunnya dihadirkan 15 produsen ponsel itu untuk pengguna global.

Namun jumlah keseluruhan yang dibuat dalam kurun 5 tahun belakangan menyusut hingga 414 model. Jika periode 2009-2013 ada 1603 model berbeda, maka dalam 5 tahun ini produsen ponsel hanya menghasilkan 1189 model.

Android Authority dalam artikelnya menenggarai perubahan tren ini karena terjadinya kejenuhan produktivitas dari produsen. Indikatornya, ada banyak model yang nyaris identik antara satu dengan yang lainnya.

Dulu pihak produsen senang meluncurkan begitu banyak model ponsel dalam satu periode karena berbagai pertimbangan. Salah satunya yakni demi meningkatkan penjualan pada segmentasi yang lebih luas.

Pada masa kini perusahaan smartphone tidak lagi berlomba-lomba membuat model produk paling banyak, melainkan lebih menekankan pada efisiensi produksi agar target penjualan dapat dicapai dengan baik.

The Wall Street Journal memuat, Samsung mematangkan rencana untuk mereduksi 25%-30% jumlah model ponsel mulai tahun 2014 demi efisiensi bisnis. Tak hanya Samsung, merek tradisional seperti LG, Motorola dan Nokia juga mengurangi model produk mereka dalam 5 tahun belakangan.

Ada 8 Negara Mendominasi Suplai Ponsel Global

Jika dilihat sekilas, produsen ponsel populer belakangan ini didominasi merek asal China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Tapi sejatinya ada 8 negara yang menjadi pemasok utama untuk kebutuhan ponsel global dalam 10 tahun terakhir.

Selain 3 negara yang telah disebutkan terdahulu, ada juga merek ponsel yang berasal dari Perancis, Finlandia, Taiwan, Jepang, dan Kanada.

Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan China mewakili Asia sebagai negara paling aktif merilis model ponsel. Perancis dan Finlandia mewakili Eropa, sedangkan Apple, Blackberry, dan Motorola mewakili Amerika. Jika melihat komposisi ini, maka benua Asia dapat dikatakan telah menjadi kiblat produk ponsel masa kini.

Tapi mengapa hanya ada sejumlah negara yang bisa memproduksi ponsel dalam jumlah besar? Cnet dalam ulasannya menyebut bahwa faktor jumlah tenaga kerja cukup krusial dalam produktivitas produsen ponsel. Tidak semua negara memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk melakukan kerja manufaktur seperti di industri ponsel.

 

Produsen Korea Selatan Paling Produktif Melahirkan Model Ponsel

Dari 8 negara yang ada, Korea Selatan memiliki persentase terbesar dalam segi kuantitas model ponsel. Melalui Samsung dan LG, Korea Selatan berkontribusi hingga 1023 model, alias 36.65% dari total jumlah model ponsel yang ada di dunia selama 10 tahun belakangan.

Tingginya persentase Korea Selatan disebabkan oleh produktivitas Samsung yang kerap merilis puluhan bahkan ratusan model ponsel setiap tahunnya dalam 10 tahun terakhir. LG sendiri juga tergolong sering merilis hingga puluhan model, utamanya pada periode 2009-2013.

Sejak lama Korea Selatan memang punya atensi yang tinggi terhadap pengembangan teknologi ponsel. Industri telepon di Korea telah bergulir sejak era 1980-an. Pemerintah negara ini pun sengaja mendirikan institusi teknologi telekomunikasi bernama Electronics and Telecommunications Research Institute (ETRI) yang kerap bekerjasama dengan Qualcomm untuk membuat riset terkait teknologi ponsel.

China Punya Merek Smartphone Paling Banyak

China kini tengah mengikuti jejak produsen asal Korea Selatan dan Taiwan yang sebelumnya telah mampu berbicara banyak di industri ponsel global. Tapi bila dominasi Korea Selatan dan Taiwan hanya datang dari satu atau dua merek, China justru lebih agresif.

Setidaknya ada 5 merek ponsel top asal negara itu yang mendunia, yakni Huawei, Lenovo, Oppo, Vivo, dan Xiaomi. Total persentase produtivitas kelima merek ini berkontribusi 20.45% (517 model) dari 15 produsen top dalam 10 tahun terakhir. Agresivitas kelima merek ini juga meningkat dalam periode 2014-2018 dibandingkan 2009-2013.

Huawei dan Lenovo Paling Produktif Melahirkan Model Ponsel

Huawei telah merilis 192 model ponsel dalam 10 tahun terakhir. Sedangkan Lenovo menciptakan 139 model dalam periode yang sama. Banyaknya jumlah model oleh kedua produsen ini disebabkan karena masing-masing merek punya jangkauan pasar yang lebih luas dibanding Xiaomi, Vivo, ataupun Oppo.

Tiga merek terakhir baru memetakan peluang ketika Huawei dan Lenovo sudah terjun di dalam industri beberapa tahun sebelumnya. Dalam catatan PC World, Lenovo beralih dari pasar lokal China ke pasar global sejak tahun 2012. Merek ini menyasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Sedangkan Huawei sudah menyasar konsumen di luar negaranya jauh sebelum kelahiran gelombang merek baru ponsel China.

Vivo Konsisten Memperbanyak Model Baru Tiap Tahun

Jumlah model yang dikeluarkan Vivo selalu meningkat dari tahun ke tahun semenjak pertama kali meramaikan industri ponsel pada 2013. Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2018, yakni dengan 31 model.

Untuk pertama kalinya juga, jumlah ini mampu melampaui produktivitas Samsung yang hanya merilis 24 model ponsel pada tahun 2018. Di samping itu, kuantitas model keluaran Vivo menjadi yang terbanyak dari produsen asal China dalam selang 10 tahun belakangan.

Vivo tidak hanya agresif merilis model ponsel. Merek ini juga menyelaraskannya dengan eksposur produk yang semakin luas melalui berbagai kerjasama dan sponsorship untuk brand global di berbagai bidang. Contohnya menjadi sponsor untuk liga sepak bola India, NBA, FIFA, dan kerjasama dengan Marvel Studio.

Dengan pilihan model ponsel yang lebih banyak, calon konsumen Vivo dari berbagai bidang akan lebih mudah mendiferensiasi alat komunikasi mereka.

 

1 / 3
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini