Lemahnya Keamanan Bikin Hacker Retas Bukalapak?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 13:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 18 207 2031528 lemahnya-keamanan-bikin-hacker-retas-bukalapak-7LkYY1fXPW.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Hacker dengan nama Gnosticplayers berhasil meretas jutaan akun yang berasal dari beberapa nama website perusahaan besar. Terkini, dilaporkan salah satunya website situs belanja online asal Indonesia Bukalapak. Jutaan akun tersebut rencananya akan dijual di situs dagang online Dream Market.

Melalui wawancara dengan ZDNet, sang hacker mengungkapkan jika pihaknya memasang data untuk dijual terutama karena perusahaan-perusahaan ini gagal melindungi kata sandi dengan algoritma enkripsi yang kuat seperti bcrypt.

"Saya marah karena saya merasa tidak ada yang mau belajar. Saya merasa kesal pada saat tertentu, karena melihat kurangnya keamanan pada 2019 ini,” ungkap sang hacker seperti dilansir dari laman ZDNet, Senin (18/3/2019).

Gnosticplayers juga mengungkapkan bahwa tidak semua data yang ia peroleh dari perusahaan yang diretas dijual olehnya. Beberapa perusahaan mengajukan tuntutan pemerasan dan membayar biaya kepadanya.

 

"Saya mencapai kesepakatan dengan beberapa perusahaan, tetapi startup yang bersangkutan tidak akan melihat data mereka untuk dijual. Aku melakukannya itu sebabnya aku tidak bisa menerbitkan sisa basis dataku atau bahkan menamainya,” ungkap dia.

Meskipun demikian, pada putaran keempat ini peretas mengatakan ini bukan targetnya lagi, karena ia mengetahui bahwa peretas lain telah mencapai tujuan yang sama sebelumnya.

Perbedaan antara putaran 4 dan tiga putaran sebelumnya adalah bahwa lima dari enam basis data yang dibuat oleh Gnosticplayers untuk dijual diperoleh selama peretasan yang terjadi bulan lalu, Februari 2019. Adapun enam website yang terkena adalah GameSalad, Estante Virtual, Coubic, LifeBear, Bukalapak, dan YouthManual.

 

Baca juga: Intip Tampilan Bodi Huawei P30 dan P30 Pro

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini