Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dahsyatnya Lidah Api yang Menjulur dari Permukaan Matahari

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 06:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 22 56 2033754 dahsyatnya-lidah-api-yang-menjulur-dari-permukaan-matahari-yUVt7py5iG.jpg (Foto: Daily Star)

JAKARTA - Matahari diperkirakan memiliki usia 5 miliar tahun dan mempunyai diameter lebih dari 1,33 miliar kilometer. Sementara itu, keliling lingkaran matahari yakni 325 kali keliling lingkaran Bumi.

Matahari memiliki berat mencapai 332 ribu kali lipat berat Bumi. Temperatur di bagian tengahnya mencapai 20 juta derajat Celcius, sedangkan pada permukaannya sekira 6.000 derajat Celcius.

Buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah menjelaskan mengenai matahari. Disebutkan bahwa matahari memiliki lidah api yang menjulur dari permukaannya. Api itu menjulur sampai pada ketinggian 500 ribu kilometer dan terus-menerus memuntahkan energi sekira 168.400 tenaga kuda (horse power) per meter persegi.

Matahari hanya sebuah bintang kecil. Ia tidak termasuk kategori bintang besar. Pada permukaan matahari, terdapat topan elektrik dan magnetik yang sangat dahsyat. Persoalan yang membingungkan para ilmuwan adalah fakta bahwa matahari senantiasa memancarkan energi panas yang sama sejak jutaan tahun yang lalu.

 

Maka, tidak diragukan lagi bahwa proses pembakaran yang terjadi di dalam tubuh matahari tidak seperti yang manusia bayangkan. Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa meteorid dan meteor yang berjatuhan di permukaan matahari menggantikan suhu panas matahari yang hilang karena proses penyinaran.

Terbukti kemudian bahwa proses reproduksi energi matahari merupakan perubahan dari gas hidrogen yang terdapat melimpah di tubuh matahari juga di tubuh bintang-bintang lain menjadi gas helium.

Hal itu terjadi melalui serangkaian reaksi nuklir yang kompleks dan menghasilkan energi yang sangat besar dan tak terbayangkan.

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Manfaat Benda-Benda Langit dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai matahari sebagai sumber energi.

Energi yang mengarah ke Bumi menempuh jarak 150 juta kilometer. Panas yang terpancar darinya dinikmati manusia dan makhluk lain di Bumi dalam kehidupannya.

Selain itu, panasnya juga dapat dimanfaatkan sebagai penghangat biosfer planet Bumi dan berperan dalam proses fotosintesis dari segala jenis tumbuhan. Salah satu ayat Alquran mengungkap mengenai matahari.

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam," Surah Al-A’raf Ayat 54.

 

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Kiamat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini