Progres Palapa Ring Timur Capai 94,5%, Target Rampung Juni 2019

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 20:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 27 54 2035830 progres-palapa-ring-timur-capai-94-5-target-rampung-juni-2019-yZoNu45mKJ.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Internet menjadi sebuah kebutuhan penting di era modern saat ini. Dengan mudahnya akses internet, maka informasi bisa lebih mudah disebarluaskan dan manfaat positif lainnya yang bisa dirasakan.

Pemerintah telah menggencarkan proyek Palapa Ring, sebuah jaringan fiber optik dengan panjang lebih dari 12 ribu kilometer. Proyek ini dibagi ke dalam tiga wilayah, yakni Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Timur.

"Yang barat 100 persen, bulan Maret tahun lalu, yang tengah di November, sudah 100 persen dan sudah uji coba, yang timur ini (Papua, Maluku, dan sebagian NTT), itu masuk wilayah Palapa Ring Timur, masih 94,5 persen, tinggal 5,5 persen lagi. Itu yang sangat keras kerjanya," kata Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kominfo kepada Okezone, Rabu (27/3/2019).

Palapa Ring Timur memerlukan usaha yang lebih keras karena medan yang dinilai sulit. Sehingga rampung lebih akhir ketimbang Palapa Ring Barat dan Tengah, namun ditargetkan selesai 100 persen pada Juni 2019.

 

Palapa Ring menghubungkan kabupaten dengan kabupaten lain. "Pada dasarnya kita ingin menerapkan pancasila, sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mestinya mencakup keadilan digital," kata Ferdinandus Setu yang akrab disapa Nando.

Keadilan digital yang dimaksud ialah kecepatan yang sama untuk wilayah timur dengan di pulau Jawa. Kecepatan internet setara 4G sehingga memberikan banyak benefit untuk seluruh masyarakat Indonesia

"Selain keadilan digital, internet mempercepat proses pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi kita kan 5,17 persen, dan itu sumbangan cukup signifikan dari sektor digital," tutur Nando.

Internet harus mumpuni di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya terpusat di pulau Jawa. Oleh karena saat ini pesatnya perkembangan e-commerce serta transportasi online.

"Kita hanya menghubungkan kabupaten ke kabupaten, 514 kabupaten. Jadi kita belum sampai ke desa-desa. Kita hubungkan kabupaten-kabupaten yang belum dijangkau oleh teman-teman swasta," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari 514 kabupaten, yang benar-benar dibangun dengan Palapa Ring sekitar 60-an kabupaten, selebihnya sudah dibangun oleh operator. "Kita masuk di kabupaten kota yang secara visibilitas ekonomi, tidak menguntungkan bagi mereka. Negara ambil peran di situ," pungkasnya.

 

Baca juga: 5 Programmer Komputer Paling Berpengaruh di Dunia

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini