Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Matahari Akan Padam pada Waktunya?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 30 Maret 2019 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 29 56 2036647 benarkah-matahari-akan-padam-pada-waktunya-o8c1frxz4W.jpg (Foto: Ros dagos/Unsplash)

JAKARTA - Matahari masih bersinar terang saat ini dan menjadi salah satu objek yang diteliti oleh ilmuwan. Matahari memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang Bumi dan sinarnya dimanfaatkan oleh makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan dan hewan.

Bumi menjadi terang karena sinar matahari yang juga membantu makhluk hidup untuk mencari makan, beraktivitas dan lain-lain.

Matahari merupakan bola pijar raksasa yang memancarkan cahayanya ke seluruh alam semesta, planet-planet di sistem tata surya. Meskipun demikian, secara sains dapat dijelaskan bahwa suatu hari matahari akan padam.

Buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ramadhani, dkk mengungkap bahwa matahari akan padam dan menyebabkan kepunahan.

 

Seperti diketahui, cahaya matahari muncul karena terjadinya proses kimia pada permukaannya yang berlangsung selama lima miliar tahun. Dalam Alquran disebutkan mengenai matahari. "Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui," bunyi Surah Yaasin Ayat 38.

Ayat ini dalam bahasa Arab yang digunakan ialah 'mustaqarr', yang berarti tempat atau waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, Alquran mengatakan bahwa matahari berjalan menuju waktu yang telah ditentukan.

Hingga sampai pada waktu tertentu, matahari akan berakhir, redup atau padam. Sains juga menjelaskan bahwa benda-benda di alam semesta terbentuk akibat terjadinya peristiwa Big Bang atau ledakan besar.

Maka, benda-benda ini juga akan hancur karena terjadi ledakan besar akibat kekuatan energi yang melampaui batas.

Dalam buku lain, 'Sains berbasis Alquran' karangan Ridwan Abdullah Sani, kondisi kehancuran alam semesta saat kiamat digambarkan pada Surah At-Takwir ayat 1-2. "Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan," bunyi ayat tersebut.

Apabila diperhatikan, ayat ini menjelaskan mengenai berkurangnya materi dan energi matahari, sehingga berubah menjadi bintang yang lebih redup. Selanjutnya, matahari akan berubah gelap tanpa mengeluarkan cahaya.

 

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Kiamat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini