Ini Cara Hadapi Anak yang Minta Main Game PUBG

Antara, Jurnalis · Senin 01 April 2019 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 30 326 2037103 ini-cara-hadapi-anak-yang-minta-main-game-pubg-GwxnKF6PBJ.jpg (Foto: GameSpot)

JAKARTA - Game seharusnya memiliki batasan usia, sehingga anak-anak bisa bermain sesuai dengan usia mereka. Orangtua juga perlu mengawasi game yang dimainkan oleh anak, sehingga mencegah anak mengakses permainan yang ternyata memiliki konten kekerasan atau pornografi.

Dikutip dari Antaranews, bukan hanya orang dewasa, game online juga populer di kalangan anak-anak, seperti PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Banyak anak-anak yang main PUBG meski usia mereka tidak memenuhi batas usia minimum.

Ketika mengunduh permainan di Android maupun iOS, platform sebenarnya sudah memberikan rating batasan usia minimal untuk memainkan game tersebut. Game Free Fire dari Garena, misalnya, di platform Google Play Store ditandai untuk 12 tahun ke atas.

Sementara di situs Indonesian Game Rating System (IGRS) game tersebut untuk usia 18 tahun ke atas.

 

Psikolog dari Yayasan Sahabatku Mitra Remaja, Fajriati M. Badrudin, berpendapat orangtua harus punya strategi untuk menghadapi anak yang ingin main game.

Orangtua seharusnya memberi pemahaman mengenai gawai dan konten apa saja yang bisa diakses.

"Sebelum kasih barang, kita buat peraturan. Masalah konten, apa yang boleh dan tidak boleh harus jelas," kata Fajriati.

Semakin anak bertambah dewasa, anak tidak bisa lagi dilarang tanpa memberi penjelasan. Menurut dia, salah satu cara yang efektif untuk memberi pemahaman bagi anak adalah dengan mengajaknya berdiskusi.

Ajak anak untuk memahami dampak positif dan negatif game tersebut, kemudian tanya pendapatnya mengenai game tersebut.

Jika orangtua melarang bermain game karena tidak sesuai usianya, sediakan alternatif kegiatan yang lebih positif dan menyenangkan agar anak memiliki aktivitas selain bermain game.

"Kesalahan orangtua, terkadang hanya bisa melarang, tapi, tidak kasih alternatif, jadi, anak bingung mau melakukan apa," kata dia.

Fajriati menyarankan orangtua sebaiknya tidak gagap teknologi dan harus tahu konten dan aplikasi apa saja yang terpasang di ponsel anak.

Jika anak memiliki media sosial, usahakan memiliki akun juga di media sosial tersebut agar dapat melihat aktivitas anak.

 

Baca juga: Petisi Tolak Fatwa Haram PUBG Capai Lebih dari 15 Ribu Dukungan

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini