Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Insinyur MIT dan NASA Ungkap Sayap Pesawat Terbang Baru

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 01 56 2037736 insinyur-mit-dan-nasa-ungkap-sayap-pesawat-terbang-baru-QGErmx46Ho.jpg (Foto: Eli Gershenfeld, NASA Ames Research Center)

JAKARTA - Tim insinyur telah menciptakan dan menguji sayap pesawat terbang jenis baru. Sayap tersebut kabarnya dirangkai dari ratusan bagian kecil. Keunggulan sayap ini ialah bisa berubah bentuk untuk mengendalikan pesawat terbang.

Dilansir MIT News, Senin (1/4/2019), peneliti mengatakan bahwa desain ini dapat memberikan dorongan yang signifikan dalam produksi pesawat, penerbangan, dan efisiensi perawatan.

Pendekatan baru untuk konstruksi sayap dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam desain dan pembuatan pesawat masa depan. Desain sayap baru diuji di terowongan angin NASA dan dijelaskan di sebuah makalah di jurnal Smart Materials and Structures.

Ketimbang menggunakan permukaan bergerak yang terpisah seperti ailerons untuk mengontrol roll dan pitch pesawat, sistem perakitan baru bisa menggantikan sayap secara keseluruhan atau sebagian serta menggabungkan campuran yang kaku dan fleksibel.

 

Bagian subassemblies kecil dapat dibaut bersama-sama untuk membentuk kerangka terbuka, kisi ringan, kemudian ditutup dengan lapisan tipis bahan polimer yang sama seperti kerangka.

Hasilnya adalah sayap yang jauh lebih ringan. Dengan demikian jauh lebih efisien dibandingkan dengan desain konvensional, baik yang terbuat dari logam atau komposit, kata para peneliti.

Struktur terdiri dari ribuan segitiga kecil seperti batang korek api, sebagian besar terdiri dari ruang kosong, itu membentuk "metamaterial" mekanis. Ini menggabungkan kekakuan struktural dari polimer seperti karet dan ringan ekstrim serta kepadatan rendah dari aerogel.

Kabarnya, untuk setiap fase penerbangan, takeoff dan pendaratan, jelajah, manuver dan sebagainya, masing-masing memiliki serangkaian parameter sayap optimal. Bila sayap konvensional mengorbankan efisiensi, sayap inovatif punya kemampuan deformasi untuk memberikan perkiraan yang jauh lebih baik dari konfigurasi terbaik untuk setiap tahap.

 

Baca juga: Samsung Batasi Fitur Galaxy S10e agar Harga Lebih Murah

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini