4 Fenomena Luar Angkasa di Maret 2019, Asteroid Bennu hingga Mars 2020

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 08:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 01 56 2037840 4-fenomena-luar-angkasa-di-maret-2019-asteroid-bennu-hingga-mars-2020-4sgnDfAtmy.jpg Ilustrasi Luar Angkasa (Foto: Computing)

JAKARTA- Pada Maret 2019 ditemukan beberapa kejadian di luar angkasa. Seperti para ilmuwan yang memburu planet kesembilan di tata surya dan keberadaan galaksi tanpa materi gelap ditemukan.

Belum lagi perlombaan ruang angkasa juga mulai memanas kembali, bahkan bukan hanya Amerika dan Rusia. China, Jepang, dan perusahaan milik Elon Musk membuat penerbangan berawak pertama ke Bulan dan Mars. Berikut beberapa kejadian luar angkasa yang terangkum, terjadi pada Maret 2019, seperti dilansir dari laman Computing, Senin (1/4/2019). 

Baca Juga: Google Maps Tampilkan Game Snakes, Ini Cara Mainnya

1. Asteroid Bennu

 Astreoid Bennu

Bennu pertama kali terlihat pada tahun 1999. Bennu adalah asteroid dekat-Bumi yang kaya karbon, diyakini telah diciptakan oleh sisa-sisa dari pembentukan tata surya. Diperkirakan sebagian besar tetap tidak berubah selama 4,5 miliar tahun terakhir.

Wahana antariksa Osirus-Rex dikirim untuk memeriksa asteroid Bennu. Pengamatan dari penyelidikan Osiris-Rex menunjukkan adanya 'bulu' partikel yang berasal dari permukaan asteroid, yang juga berserakan dengan batu-batu besar.

Temuan ini telah membingungkan para ilmuwan NASA, dan memaksa mereka untuk mengubah rencana mereka untuk pengumpulan sampel batuan dari Bennu.

2. Massa Galaksi Bima Sakti

 Galaksi Bima Sakti

Para astronom di satelit observasi Gaia Badan Antariksa Eropa mengklaim bahwa massa Bimasakti adalah sekitar 1,5 triliun massa matahari. Ukuran ini terhitung dalam radius 129.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Perkiraan sebelumnya berkisar antara 500 miliar hingga tiga triliun massa matahari. Para astronom menggunakan set data baru, yang termasuk berat materi gelap dikombinasikan dengan data yang dikumpulkan oleh teleskop Hubble NASA dan satelit observasi Gaia dari Badan Antariksa Eropa.

Menurut para peneliti, hanya beberapa persen dari total massa Bimasakti disumbangkan oleh sekitar 200 miliar bintang di Bimasakti. Sisa massa galaksi terkunci dalam materi gelap yang tak terlihat.

Baca Juga: Razer Hadirkan Keyboard dan Mouse Nirkabel untuk Xbox One

3. Penemuan Pengganti Pluto

 Pluto

Sejak Pluto tidak diakui menjadi planet, para astronom telah meyakini bahwa ada planet lain di luar sana yang dapat menggantikannya.

Para ilmuwan percaya bahwa ada planet kesembilan di suatu tempat di luar Tata Surya. Dua makalah baru-baru ini telah diterbitkan bahkan memberikan bukti untuk planet kesembilan.

Ini menunjukkan bahwa planet ini mungkin tidak sejauh pemikiran pertama, dan bahwa itu bisa lebih besar atau lebih padat daripada Bumi.

Baca Juga: Apple Batalkan Produksi AirPower, Kenapa?

4. NASA Mars 2020

Mars

Sejumlah kendaraan NASA telah mendarat di Mars, mereka bahkan mengirim foto-foto dan melakukan percobaan pada sampel batuan. Menyusul Mars Opportunity rover, yang dirancang untuk bertahan tidak lebih dari 90 hari tetapi akhirnya keliling selama 15 tahun, NASA berencana untuk mengirim kendaraan baru ke Mars pada tahun 2020, yang akan mampu melakukan lebih banyak lagi.

Dalam persiapan untuk peluncuran tahun depan, NASA telah berhasil melakukan pendaratan eksperimental, menyebarkan semua komponen utama yang akan digunakan untuk mendapatkan bajak baru ke Mars.

Jika semuanya terus berjalan dengan baik, penjelajah Mars 2020 akan diluncurkan pada 17 Juli 2020 di atas roket Atlas V 541 dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida, dan tiba di tujuannya kawah Jezero di Mars pada 18 Februari 2021.

Baca Juga: 'ONIC Esports' Sabet Juara Pertama Piala Presiden Esports 2019

1 / 4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini