Peneliti Temukan Petunjuk Baru Keberadaan Air di Mars

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 06:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 02 56 2038344 peneliti-temukan-petunjuk-baru-keberadaan-air-di-mars-gKpJlKmeTG.jpg Planet Mars (Foto: Financial Express)

JAKARTA- Studi baru menemukan jika Mars masih memiliki sistem air tanah yang aktif jauh di bawah permukaannya. Bahkan sumber air tersebut kabarnya mampu menyuburkan permukaan beberapa daerah di Planet Merah tersebut.

Dilansir dari laman Financial Express, Rabu (3/4/2019) tahun lalu, para peneliti University of Southern California (USC) mendeteksi keberadaan danau di Mars di bawah lapisan es kutub selatan. Mereka bahkan memprediksi bahwa air tanah kemungkinan ada di wilayah geografis yang lebih luas daripada hanya di kutub Mars.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa ada sistem aktif, sedalam 750 meter, dari mana air tanah muncul ke permukaan melalui retakan pada kawah spesifik yang mereka analisis. Para peneliti mempelajari karakteristik Mars Recurrent Slope Linea, aliran air pendek yang muncul di beberapa dinding kawah di Mars.

Para ilmuwan sebelumnya mengira fitur-fitur ini berafiliasi dengan aliran air permukaan atau menutup aliran air bawah permukaan.

“Kami menyarankan bahwa ini mungkin tidak benar. Kami mengusulkan hipotesis alternatif bahwa mereka berasal dari sumber air tanah bertekanan dalam yang datang ke permukaan bergerak ke atas sepanjang retakan tanah, ” kata Essam Heggy, anggota eksperimen radar Mars Express Sounding MARSIS yang menyelidiki permukaan bawah Mars.

Mars

Baca Juga: Google Hentikan Produksi Pixel 2 dan Pixel 2 XL

Sementara itu Abotalib Z Abotalib, rekan penelitian pascadoktoral di USC mengatakan jika pihaknya telah melihat mekanisme yang sama di Sahara Afrika Utara dan di Semenanjung Arab. "Dan itu membantu kami menjelajahi mekanisme yang sama di Mars," imbuh Abotalib.

 Para ilmuwan menyimpulkan bahwa patahan di beberapa kawah Mars, memungkinkan mata air naik ke permukaan sebagai akibat dari tekanan jauh di bawah. Mata air ini bocor ke permukaan, menghasilkan fitur linear tajam dan berbeda yang ditemukan di dinding kawah ini. Para ilmuwan juga memberikan penjelasan tentang bagaimana fitur air berfluktuasi dengan musim di Mars.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience, menunjukkan bahwa air tanah mungkin lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya di daerah-daerah di mana aliran tersebut diamati di Mars. Temuan menunjukkan bahwa bagian yang terbuka dari fraktur tanah ini terkait dengan mata air ini sebagai kandidat lokasi utama untuk mengeksplorasi kelayakhunaan Mars.

Penelitian sebelumnya untuk mengeksplorasi air tanah di Mars bergantung pada interpretasi gema elektromagnetik yang dikembalikan dari percobaan penyelidikan radar dari orbit onboard, Mars Express dan Mars Reconnaissance Orbiter.

Eksperimen-eksperimen ini mengukur pantulan gelombang baik dari permukaan maupun bawah permukaan setiap kali penetrasi dimungkinkan. Namun, metode sebelumnya ini belum memberikan bukti terjadinya air tanah di luar deteksi Kutub Selatan 2018.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini