Aplikasi 'Laut Nusantara' XL Axiata-BROL Berbasis Data dari Satelit Khusus

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 17:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 04 54 2039092 aplikasi-laut-nusantara-xl-axiata-brol-berbasis-data-dari-satelit-khusus-jcgkv9fr8F.jpg Aplikasi 'Laut Nusantara' XL Axiata-BROL Berbasis Data dari Satelit Khusus (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

BANYUWANGI - Aplikasi “Laut Nusantara” yang dibangun selama kurang lebih 5 bulan oleh Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) didukung basis informasi yang lengkap dan real time serta sumber data sepenuhnya dari BROL.

Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Kepala Balai Riset dan Observasi Laut, I Nyoman Radiarta mengatakan data-data dari BROL juga up to date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun Bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya. 

"Updating data dilakukan setiap tiga hari berdasarkan data dari satelit khusus," ujar I Nyoman di Banyuwangi, Kamis (4/4/2019).

 

Sementara itu, data yang bersifat prakiraan berdasarkan analisa data selama 20 tahun ke belakang. Tim XL Axiata dan BROL sebelumnya sudah melakukan penelitian dan survey ke sejumlah komunitas nelayan di berbagai daerah untuk mengetahui kebutuhan mereka terkait informasi seputar aktivitas penangkapan ikan.

XL Axiata dan BROL terus mengembangkan fitur-fitur aplikasi ini. Fitur yang paling baru adalah fitur navigasi. Fitur navigasi ini berisi informasi mengenai jarak, kalkulasi bbm otomatis dari jarak yang titik-titik tujuannya sudah ditentukan nelayan, dan arah (heading bearing).

Saat ini sudah ada 11 daerah dan 1.300 nelayan yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara. Ke-11 daerah tersebut adalah Perancak, Pandeglang, Lombok Tengah, Kenjeran, Situbondo, Indramayu, Greges, Pakutatan, Serang, Sendang Biru, dan Prigi. Hingga Februari 2019 lalu, tidak kurang dari 10.000 nelayan telah memanfaatkan aplikasi ini. XL Axiata mentargetkan, hingga akhir tahun nanti akan ada sekira 15 ribu nelayan memanfaatkannya.

Program sosialisasi akan terus dilakukan di sepanjang tahun 2019 ini. Selain mendatangi langsung setiap lokasi sentra nelayan, XL Axiata juga memanfaatkan media sosial YouTube untuk membagikan cara penggunaan aplikasi Laut Nusantara melalui video tutorial.

"Dengan demikian, masyarakat nelayan di mana pun bisa secara mandiri mengakses aplikasi ini tanpa perlu menunggu sosialisasi tatap muka," katanya.

Perbaikan Perahu Nelayan

XL Axiata juga membantu perbaikan atau renovasi perahu-perahu nelayan yang sudah lama beroperasi. Ada sejumlah perahu yang direnovasi, yang diharapkan akan bisa kembali maksimal untuk dipergunakan melaut. Perahu-perahu tersebut memerlukan perbaikan terutama pada badan dan layer. Termasuk dalam perbaikan ini berupa pengecatan badan perahu dengan warna-warni khas perahu Banyuwangi.

Desa Mandar, tempat dilaksanakannya program sosial ini merupakan desa dengan mayoritas warga bermatapencaharian sebagai nelayan. Total ada sekitar 600 keluarga nelayan yang bermukim di desa ini. Kebanyakan dari mereka merupakan nelayan yang mengandalkan perahu jukung berukuran kecil dan jaringan yang juga terbatas untuk menangkap hasil laut.

 

Baca juga: Tingkatkan Hasil Tangkapan, XL Axiata Kenalkan Aplikasi 'Laut Nusantara' ke Nelayan Banyuwangi

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini