Karyawan Microsoft Laporkan Tindak Pelecehan dan Diskriminasi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 07 April 2019 14:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 07 207 2040153 karyawan-microsoft-laporkan-tindak-pelecehan-dan-diskriminasi-oaeBecXvS5.jpg Ilustrasi Microsoft (Foto: Mashable)

JAKARTA- Microsoft tengah dilanda berita miring soal tindak pelecehan dan diskriminasi. Hal tersebut bermula dari rantai email internal yang terkuak oleh Media Quartz.

Dilansir dari laman Androit Pit, Minggu (7/4/2019) rantai pesan tersebut menggambarkan serangkaian tindakan diskriminasi dan pelecehan seksual yang dialami oleh pegawai perempuan di Microsoft.

Lebih lanjut, tuduhan dalam rantai email mencakup masalah yang banyak dianggap tipikal dalam industri teknologi, seperti kurangnya promosi dan perlakuan tidak adil terhadap karyawan dari kelompok yang kurang terwakili.

Tetapi beberapa tuduhan melangkah lebih jauh, bahkan seorang karyawan perusahaan yang terkait dengan Microsoft menjawab rantai surat yang menyatakan bahwa dia telah diminta dua kali untuk duduk di pangkuan orang lain selama pertemuan di mana departemen sumber daya manusia dan manajer lain juga hadir.

Parahnya lagi, karyawan Microsoft lainnya mengklaim bahwa seorang pekerja dari perusahaan asosiasi mengancam akan membunuhnya jika dia tidak berhubungan seks dengannya selama perjalanan bisnis.

Microsoft

Baca Juga: 6 Daftar Game Esport, Nomor 1 Populer di Asia Tenggara

Email juga mencatat juga keterlibatan departemen sumber daya manusia, serta tidak adanya investigasi atau tindakan disiplin terhadap pihak lain yang terlibat.

"Saya segera memberi tahu departemen sumber daya manusia, tetapi bos saya mengatakan itu terdengar seperti godaan sederhana, dan saya harus melupakannya," tulis seorang karyawan.

Direktur sumber daya manusia, Kathleen Hogan menanggapi hal tersebut dan mengomunikasikan masalah tersebut kepada Chief Executive Officer Microsoft Satya Nadella. Hogan juga menawarkan kepada karyawan yang memiliki pengalaman seperti itu kemungkinan untuk menghubunginya secara langsung.

Sebagai tanggapan, pertemuan tanya jawab diadakan dengan Direktur Eksekutif Satya Nadella, dihadiri antara 100 dan 150 pekerja, tidak termasuk mereka yang berpartisipasi dengan siaran langsung.

Menurut beberapa peserta, Nadella dan Hogan telah menjanjikan transparansi dan tindakan yang lebih besar kepada staf dalam kasus-kasus yang dijelaskan oleh email.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan menjadi sorotan karena peristiwa ini. Pada awal Maret 2018, gugatan class action menuduh 238 kasus diskriminasi atau pelecehan seksual terjadi antara 2010 dan 2016.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini