Peneliti Temukan Makam Berisi 40 Mumi Berusia Ribuan Tahun

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 08 April 2019 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 08 56 2040648 peneliti-temukan-makam-berisi-40-mumi-berusia-ribuan-tahun-jta6gI9Go8.jpg (Foto: AFP)

JAKARTA - Mumi kuno menjadi objek peneliti untuk mengetahui asal-usul atau sejarah bangsawan yang pernah hidup di masa lalu. Terkini, puluhan mumi ditemukan yang dipercaya sebagai bangsawan di masa lampau.

Stasiun televisi Discovery Channel pada Minggu (7/4), menyiarkan secara langsung pembukaan sarkofagus berusia ribuan tahun yang berisi mumi pendeta tinggi Mesir dalam siaran berdurasi dua jam.

Arkeolog baru-baru ini menemukan jaringan lubang sempit vertikal di lokasi, yang menuju terowongan-terowongan dan makam-makam yang berisi 40 mumi. Mumi-mumi tersebut “diyakini sebagai bagian kalangan bangsawan elit”.

Setelah mengeksplorasi makam-makam lainnya, mereka memasuki sebuah ruangan yang berisi sarkofagus berhias ukiran rumit. Ketika menuju ruangan, mereka juga menemukan patung-patung, azimat-azimat, tabung-tabung untuk menyimpan organ tubuh, termasuk yang sudah membusuk dalam sebuah kerangka.

 

Butuh beberapa orang untuk membuka sarkofagus tersebut. Dan upaya tersebut tidak sia-sia: di dalam ditemukan mumi dalam keadaan prima terbungkus kain linen, dan dikelilingi harta karun, termasuk emas.

“Saya tidak percaya. Ini luar biasa,” seru Zahi Hawas, seorang arkeolog Mesir dan mantan menteri purba kala. Dia yang bertanggungjawab atas ekspedisi tersebut yang dipandu oleh Josh Gates, petualang dari Amerika Serikat.

Gates mengatakan mumi tersebut adalah pendeta tinggi Thoth, dewa kebijaksanaan dan sihir Mesir kuno dan berasal dari dinasti ke-26, dinasti asli Mesir yang berkuasa hingga 525 sebelum Masehi.

“Hingga akhir masa Mesir Kuno, kekuasaan berada di tangan pendeta tinggi dan Anda bisa melihat hal ini...terasa seperti pemakaman kerajaan,” kata Gates.

Kairo berupaya mempromosikan penemuan-penemuan arkeologi di seluruh negara tersebut untuk mendongkrak sektor pariwisata yang terdampak krisis politik untuk menumbangkan Presiden Hosni Mubarak pada 2011.

Baca juga: Dua Peneliti Asal Prancis Ragu Temuan Lautan di Mars

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini