Fenomena Gletser Bumi yang Mencair Lebih Cepat, Ini Penjelasan Ilmuwan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 09 56 2041136 fenomena-gletser-bumi-yang-mencair-lebih-cepat-ini-penjelasan-ilmuwan-dFFWuloYsT.jpg Ilustrasi Gletser (Foto: New Atlas)

JAKARTA- Gletser bumi dikabarkan mencair lebih cepat dari yang diperkirakan para ilmuwan. Bahkan, studi baru menunjukan bahwa terdapat sekira 369 miliar ton salju dan es yang mencair setiap tahunnya. Bahkan, Sejak 1961 dunia telah kehilangan 10,6 triliun ton es dan salju (9,6 triliun metrik ton).

Dilansir dari laman Time, Rabu (10/4/2019) jika dihitung-hitung gletser dunia menyusut lima kali lebih cepat sekarang daripada di tahun 1960-an. Cepatya lelehan gletser diduga karena adanya pemanasan global dan air laut yang sudah naik.

"Lebih dari 30 tahun tiba-tiba hampir semua daerah mulai kehilangan massa pada saat yang sama. Hal ini jelas karena adanya perubahan iklim jika Anda melihat gambaran global, " kata Direktur Layanan Pemantauan Gletser Dunia di Universitas Zurich, Michael Zemp.

Lebih lanjut, jurnal nature juga menyebutkan jika gletser menyusut lebih cepat di Eropa tengah, wilayah Kaukasus, Kanada barat, Selandia Baru, dan dekat daerah tropis. Gletser di tempat-tempat ini rata-rata kehilangan lebih dari 1 persen massa mereka setiap tahunnya.

"Di wilayah ini, pada tingkat kehilangan gletser saat ini, gletser tidak akan bertahan abad ini," kata Zemp.

Gletser

Baca Juga: Samsung Galaxy Note 10 Akan Hadir dengan 4 Versi?

Tim Zemp menggunakan pengukuran darat dan satelit untuk melihat 19.000 gletser, jauh lebih banyak dari penelitian sebelumnya. Mereka menetapkan bahwa Asia barat daya adalah satu-satunya wilayah 19 di mana gletser tidak menyusut, yang menurut Zemp disebabkan oleh kondisi iklim setempat.

Para ilmuwan juga telah lama mengetahui bahwa pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti membakar batu bara, bensin dan solar untuk listrik dan transportasi membuat Bumi kehilangan esnya. Mereka terutama peduli dengan lapisan es besar yang menutupi Greenland dan Antartika.

Menurut Zemp penyebab terbesarnya adalah lautan menjadi lebih hangat, yang membuat air mengembang. Angka-angka baru menunjukkan pencairan gletser adalah kontributor lebih besar dari yang diperkirakan, bertanggung jawab atas sekitar 25% hingga 30% dari kenaikan tahunan di lautan.

"Laut yang naik mengancam kota-kota pesisir di seluruh dunia dan menempatkan lebih banyak orang dalam risiko banjir selama badai.

Gletser tumbuh di musim dingin dan menyusut di musim panas, tetapi karena Bumi telah menghangat, mereka tumbuh lebih sedikit dan semakin menyusut," kata Zemp.

Gletser

Baca Juga: Google Buka Layanan Pengiriman via Drone Pertama di Dunia

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini