Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hoaks Diprediksi Meningkat Jelang Pemilihan Presiden

Antara, Jurnalis · Senin 15 April 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 13 207 2043162 hoaks-diprediksi-meningkat-jelang-pemilihan-presiden-17GJA11TOZ.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memprediksi tren hoaks akan terus meningkat hingga pemilihan presiden dan wakil presiden pada 17 April.

"Paling banyak persentasenya politik, berkaitan dengan pilpres. Itu yang terus mengkhawatirkan saya," kata Rudiantara di Padang, seperti dikutip Antaranews.

Menkominfo mengatakan peningkatan hoaks terjadi mulai Desember 2018 dengan temuan sebanyak 75 isu atau naik tiga kali lipat dibanding temuan pada Agustus 2018.

Hoaks kembali meningkat pada Februari 2019 menjadi 353 dan Maret 2019 menjadi 453 atau 18 kali lipat sejak Agustus 2018.

 

Kemenkominfo, lanjut Rudiantara, sudah menangani hoaks secara sistematis berupa gerakan literasi, identifikasi, hingga penindakan. Hanya saja, penanganan hoaks melalui literasi tidak efektif menjelang masa pilpres.

"Kemenkominfo mengidentifikasi hoaks setiap hari, hoaks of the day, agar masyarakat sadar ada hoaks. Orang juga bisa mengakses kominfo lewat jaringan stophoaks.id," kata Rudiantara tentang tindakan identifikasi hoaks sepekan sebelum Pemilu 2019.

Tindakan terakhir adalah dengan menutup akun media sosial yang terbukti menyebarkan hoaks.

Rudiantara berharap seluruh masyarakat dapat menikmati pesta demokrasi yang akan berlangsung tanpa mengadu domba, menebar hasutan, dan sebagainya. Masyarakat, lanjut Rudiantara, tidak perlu takut menggunakan hak suara mereka.

"Aparat akan mengamankan. Tidak usah khawatir pada tanggal 17 April nanti. Karena ini pesta demokrasi, selayaknya pesta, fun, silaturahmi, makan enak. Itu inti pesta politik," ujar Rudiantara.

 

Baca juga: Facebook Habiskan Lebih dari Rp282 Miliar untuk Biaya Keamanan Mark Zuckerberg

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini