NASA Amati Perilaku Tikus di Stasiun Luar Angkasa, Ini Videonya

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 06:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 16 56 2044236 nasa-amati-perilaku-tikus-di-stasiun-luar-angkasa-ini-videonya-4Upy0Yk4rt.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA dan perusahaan antariksa lainnya memiliki teknologi canggih yang dapat mengirimkan manusia ke luar angkasa. Seperti diketahui, telah ada stasiun luar angkasa yang mengorbit, sebagai tempat bagi astronot yang tengah melakukan tugas-tugasnya atau bereksperimen di luar angkasa.

Suatu hari mungkin manusia bisa meluncur lebih dalam lagi ke luar angkasa. Sebelum hal tersebut benar-benar dilakukan, NASA mempelajari bagaimana spesies bisa bertahan dalam kondisi gravitasi rendah.

Dilansir Bgr, Selasa (16/4/2019), NASA berfokus pada tikus. Badan antariksa itu menjelaskan dalam posting-an blog baru bahwa ilmuwan mengirimkan modul habitat tikus ke stasiun luar angkasa (International Space Station) bersama dengan beberapa tikus kecil berbulu.

 

Para peneliti memungkinkan untuk mempelajari perilaku tikus dari jarak jauh dari Bumi dan sekarang kini Anda bisa menyaksikan video itu. Tikus-tikus itu tampak tidak nyaman di awal percobaan. Mereka melompat-lompat, melayang-layang di dalam batas-batas kecil kandang dan melakukan yang terbaik untuk mencari tahu jalan mana yang naik, tetapi tidak berhasil.

Namun, tikus itu lama kelamaan beradaptasi dengan sangat baik untuk lingkungan baru mereka dan bahkan menggunakan kurangnya gravitasi untuk keuntungan mereka saat mereka mendorong diri mereka sendiri di sekitar kandang.

Video dari hari ke-11 percobaan menunjukkan bahwa tikus tidak hanya berurusan dengan perubahan gravitasi tetapi juga benar-benar menikmatinya. Beberapa tikus diamati menjalankan putaran di sekitar dinding kandang, mengubah seluruh kandang menjadi sesuatu seperti roda hamster.

Peneliti NASA ingin melihat apakah tikus akan terus melakukan kegiatan yang sama seperti yang mereka amati di Bumi. Studi tersebut menunjukkan bahwa tikus mempertahankan sebagian besar rutinitas mereka, termasuk perawatan diri dan makan ketika lapar.

Penelitian seperti ini dapat membantu NASA mempersiapkan diri lebih baik untuk misi masa depan ke Mars dan seterusnya dengan mengungkapkan jenis perubahan perilaku dan biologis apa yang mungkin terjadi pada mamalia yang terpapar dengan masa inap yang diperpanjang dalam lingkungan microgravity.

Baca juga: Daftar 3 Laptop Gaming Termurah di 2019, Apa Saja?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini