Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astronot NASA Siap Cetak Rekor Baru Misi Antariksa

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 21 April 2019 06:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 19 56 2045647 astronot-nasa-siap-cetak-rekor-baru-misi-antariksa-M1WXYnnAzx.jpg (Foto: AP)

JAKARTA - Seorang astronot perempuan bersiap memecahkan rekor misi penerbangan antariksa terlama oleh seorang perempuan, kata Badan Ruang Angkasa AS (NASA), Rabu (17/4).

Perempuan tersebut adalah astronot yang sama yang gagal melakukan misi spacewalk pertama oleh tim yang seluruh anggotanya perempuan karena tidak ada baju ruang angkasa yang pas.

Astronot Christina Koch, yang menyelesaikan spacewalk dengan rekan pria dan bukan dengan rekan perempuan seperti direncanakan bulan lalu, akan tetap berada di Stasiun Antariksa Internasional sampai Februari, kata NASA.

Koch akan berada di ruang angkasa selama 328 hari sebagai rangkaian penelitian NASA mengenai dampak penerbangan ruang angkasa dalam jangka waktu lama terhadap tubuh manusia.

 

Astronot berusia 40 tahun itu sudah ada di ruang angkasa sejak bulan lalu. "Satu bulan berlalu. Masih ada 10 bulan lagi," kata Koch dalam cuitan pada akun Twitternya, Rabu (17/4). "Merasa terhormat menyumbangkan upaya terbaik saya setiap hari."

Pada akhir Maret, NASA membatalkan misi spacewalk yang seharusnya menjadi misi pertama yang dilakukan oleh tim beranggotakan hanya astronot perempuan. Rencananya, tim itu beranggotakan Koch dan astronot perempuan Anne McClain. Namun, akhirnya batal karena tidak ada baju astronot yang pas dengan ukuran McClain.

Spacewalk itu rencananya dilakukan pada pekan terakhir Bulan Sejarah Perempuan.

Di dalam stasiun ruang angkasa yang mengorbit, para astronot biasanya melakukan berbagai eksperimen biologi, bioteknologi, kesehatan, ilmu bumi, ruang angkasa dan eksperimen sains lainnya.

Biasanya astronot berada di stasiun ruang angkasa selama enam bulan, kata NASA.

"NASA sedang mengerjakan apa yang sudah kami pelajari dengan tambahan masa tinggal astronot di ruang angkasa lebih dari 250 hari," kata Jennifer Fogarty, kepala ilmuwan untuk Program Riset Manusia di NASA, dalam pernyataannya.

 

Baca juga: Arkeolog Temukan Makam Kerajaan Berusia 3.500 Tahun di Mesir

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini