Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penetapan Frekuensi Jaringan 5G Usai Event WRC pada Oktober 2019

Antara, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 10:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 54 2047178 penetapan-frekuensi-jaringan-5g-usai-event-wrc-pada-oktober-2019-CwuxtqUs34.jpg (Foto: PCMag)

JAKARTA - Indonesia akan menetapkan frekuensi jaringan Internet generasi kelima atau 5G setelah pelaksanaan Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) yang dijadwalkan berlangsung di Mesir, Oktober 2019.

"Konferensi empat tahunan itu menentukan band frekuensi suatu teknologi. Jadi kami sedang menunggu acara WRC," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail saat ditemui dalam Forum Qualcomm di Jakarta, Selasa, seperti dikutip Antaranews.

Meski belum ditetapkan, namun Kominfo berencana memanfaatkan frekuensi middle band 3,5 Ghz yang sudah digunakan untuk satelit dan akan dikonsolidasikan dengan frekuensi 5G.

"Jadi kami akan atur frekuensi di 3,5 digunakan satelit dan 5G itu bisa digunakan bareng," ujarnya.

 

Frekuensi tersebut, kata dia, bukan khusus hanya di Indonesia tapi yang ada di seluruh dunia atau world wide platform sehingga akan mempermudah operator dalam hal biaya investasi.

Meski demikian, penerapan teknologi 5G di Tanah Air saat ini tidak langsung dinikmati oleh konsumen melainkan akan diarahkan terlebih dahulu untuk kawasan industri.

Komersialisasi 5G hingga di tangan masyarakat, kata dia, tergantung kesiapan dari masing-masing operator telekomunikasi yang sebelumnya sudah melakukan uji coba.

Operator yang sudah melakukan uji coba 5G itu yakni Telkomsel, XL, Indosat dan Tri.

Sementara itu, Country Manager Qualcomm Indonesia Shannedy Ong dalam forum bertema "Era Industri Pintar dan Saling Terkoneksi" mengungkapkan kendala utama komersialisasi penerapan 5G di Indonesia adalah belum adanya alokasi spektrum.

"Suatu teknologi agar bisa dikomersialkan harus melalui tahapan sejak fase desain, deployment dan komersial. Sebelum sampai arah desain, dia sudah harus ada pada tahap penentuan spektrum, tanpa ada itu, tidak bisa apa-apa," katanya.

Shannedy mengungkapkan penerapan 5G dinikmati masyarakat secara komersial di sejumlah negara di antaranya Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, China dan beberapa negara di benua Eropa dengan didukung teknologi Qualcomm.

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah ada sekitar 30 operator "Original Equipment Manufacture" (OEM) atau kalangan pabrikan yang sudah mengkomersialkan 5G berteknologi Qualcomm.

 

Baca juga: Xiaomi Luncurkan Redmi 7 di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini