JAXA Konfirmasi Hayabusa2 Berhasil Mengebom Asteroid

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 10:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 29 56 2049475 jaxa-konfirmasi-hayabusa2-berhasil-mengebom-asteroid-X4PJwdt77C.jpg Hayabusa2 (Foto: New Atlas)

JAKARTA- Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang, JAXA telah mengkonfirmasi jika pesawat ruang angkasa miliknya Hayabusa2 telah berhasil mengebom asteroid awal bulan ini.

Dilansir dari laman New Atlas, Selasa (29/4/2019) hal tersebut dikonfirmasi oleh JAXA setelah pihaknya membandingkan foto sebelum dan sesudah gambar-gambar dari situs dampak yang diambil dari asteroid Ryugu oleh kamera Navigasi pesawat teleskopik (ONC-T).

Badan antariksa menentukan bahwa perangkat SCI (Small Carry-on Impactor) meledakkan dampak, lalu menciptakan sebuah kawah buatan. Pada tanggal 5 April 2019, Hayabusa2 mengerahkan SCI, yang merupakan penabrak yang dilengkapi dengan bahan peledak plastik yang dibentuk menjadi kerucut dan dilapisi dengan 2 kg (4,4-lb) tembaga.

Prinsip dibaliknya sama dengan granat roket penindik. Ketika SCI ditembakkan ke permukaan, muatan meledak dan tembaga berubah menjadi siput cair yang meledak membuka kawah di asteroid, memperlihatkan bahan terkubur yang telah dilindungi dari sinar matahari dan merusak radiasi selama miliaran tahun.

Masalahnya adalah bahwa tidak aman bagi Hayabusa2 untuk tetap berada di sekitarnya karena bahaya puing-puing meledak dari Ryugu. Jadi, demi keselamatan, wahana mundur ke bawah asteroid dan tidak terlihat. Namun, kamera yang bisa digunakan, DCAM3, memang merekam gumpalan kerikil di dekat zona benturan.

Asteroid

Baca Juga: Air Hujan Pengaruhi Terbentuknya Fenomena Sinkhole

Karena DCAM3 tidak memiliki resolusi yang diperlukan untuk mencari kawah sebenarnya yang dibentuk oleh SCI, JAXA memerintahkan Hayabusa2 untuk melakukan serangkaian manuver orbital dan turun selama periode dua hari ke ketinggian sekitar 1,7 km (1,1 mil). Dengan membandingkan gambar dari flyby dengan yang diambil pada 22 Maret, kontrol misi dapat mengkonfirmasi keberadaan kawah baru.

Tujuan dari pengeboman asteroid adalah untuk mengungkap daerah yang dalam dari mana sampel asli Ryugu dapat dikumpulkan oleh Hayabusa2 dan dikembalikan ke Bumi. Ini tidak hanya akan melayani ilmu pengetahuan murni, tetapi akan memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi baru tentang struktur dan komposisi asteroid, yang suatu hari nanti terbukti bermanfaat untuk mencari ilmu apak asteroid harus dibelokan atua dihancurka saat akan bertabrakan dengan Bumi.

"Ukuran dan bentuk tepat dari kawah buatan akan diperiksa secara terperinci di masa depan, tetapi kita dapat melihat bahwa daerah seluas sekitar 20 m (66 kaki) telah berubah," kata JAXA melalui Twitter.

(ahl)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini