Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Kendala Penerapan Jaringan 5G untuk Retail di Indonesia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 15:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 09 54 2053561 ini-kendala-penerapan-jaringan-5g-untuk-retail-di-indonesia-b1cAFv5iPp.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Jaringan 5G dinantikan kehadirannya untuk memberikan internet yang lebih cepat dibanding 4G. Seperti diketahui, jaringan 5G lebih cepat 10 kali lipat ketimbang jaringan 4G.

Akan tetapi, jaringan 5G tersebut masih memiliki kendala untuk penerapan di Indonesia, khususnya bila diluncurkan secara komersial.

"Pertama, di Indonesia itu belum ada model bisnis untuk yang retail," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Rudiantara menjelaskan bahwa 5G memiliki kecepatan 10 kali lipat ketimbang 4G, dengan latency delay yang sangat rendah. Dengan demikian, bila seseorang menggunakan untuk konten streaming maka tidak ada buffering.

 

"Download itu hitungannya detik, kecepatannya 10 kali tetapi masyarakat yang retail, yang consumer, itu mau enggak bayarnya 3 kali lipat atau 4 kali lipat dari 4G, berbeda dengan pasar korporasi atau bisnis. Kalau pasar korporasi atau bisnis, mereka tidak menghitung harga, mereka selama menguntungkan, biayanya nambah, tetapi pendapatan lebih nambah lagi, enggak masalah," jelasnya.

Lebih lanjut Rudiantara mengungkapkan, apabila 5G ada di Indonesia, itu untuk pasar korporasi terlebih dahulu dan ini sama seperti di negara lain, seperti Korea Selatan misalnya. Menurutnya negara seperti Korea fokus ke pasar bisnis untuk korporasi, bukan pasar retail.

Dengan tarif yang berkali-kali lipat dibanding 4G, sehingga daya beli atau willingness untuk membayarnya dinilai belum mencapai skala ekonomi.

"Alasan lain, teknis Indonesia, frekuensi. Frekuensi yang dialokasikan untuk 5G itu di dunia 3.5 GHz. Nah, 3.5 GHz di indonesia ini masih dipakai oleh satelit, jd nunggu nanti satelit, atau nanti bisa dipakai di mana tidak ada coverage satelit, 5G-nya," ujarnya.

Teknologi 5G untuk Kawasan Industri

Ada kendala di dalam model bisnis untuk retail. Meskipun demikian, lanjut Rudiantara, uji coba tetap dijalankan, karena harus tetap keep up dengan perkembangan teknologi itu sendiri.

"5G-nya juga kan ada versi apa, versi apa, makin ke sini versinya makin tinggi," katanya.

Penerapan 5G yang paling memungkinkan ialah di daerah tertentu, yang bisa menjadi kawasan industri khusus, yang tidak ada coverage satelitnya.

"Saya sudah bicara dengan menteri perindustrian, itu kawasan industri khusus, nanti kita bisa deploy di situ. Jangan di Jawa, jangan di Cikampek, misalkan di Sulawesi, di Sulawesi Tenggara, karena di sana ada potensi kompleks industri baru," pungkasnya.

 

Baca juga: Ponsel Berfitur GPS Cegah Kecelakaan Akibat Swafoto

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini