Apa Hukum Bermain Games saat Berpuasa, Makruh atau Haram?

Antara, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 13:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 10 326 2053975 apa-hukum-bermain-games-saat-berpuasa-makruh-atau-haram-0MYbI5lYhc.jpg Ilustrasi (Foto: Geek)

JAKARTA - Sebagian Muslim, terutama anak-anak dan remaja, mungkin menghabiskan waktu dengan memainkan PUBG atau Mobile Legends atau games yang lain sembari menunggu waktu berbuka puasa. Tapi, tahukah Anda apa hukumnya bermain games saat menjalankan ibadah puasa?

Berikut tanya jawab dengan Ustadz Mahbub Maafi dari PBNU mengenai hukum bermain games, termasuk saat Anda menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, seperti dikutip Antaranews.

Bolehkan kita memainkan games saat menjalankan ibadah puasa? Mengingat tidak sedikit games yang berkonten kekerasan, seperti perang, dan juga romantisme, bahkan seksualitas. Bagaimana hukumnya dalam Islam?

Pertama-tama yang perlu diketahui adalah hukum bermain games. Pada dasarnya bermain games yang mengandung nilai positif dan tidak ditemukan unsur judi itu diperbolehkan dengan catatan tidak sampai melalaikan kewajibannya sebagai Muslim.

 

Hal ini mengandaikan bahwa permainan games itu memiliki dampak sejauh mana bagi yang memainkannya. Jika permainan games yang dilakukan memberikan dampak yang tidak semestinya seperti malah membuat pelakunya malas dan mengurangi etos kerjanya maka itu bisa menjadi makruh.

Bahkan, memainkan games itu bisa naik menjadi haram jika menyebabkan pelakunya terjerumus melakukan perbuatan yang diharamkan. Hal ini seperti status hukum permainan catur yang sudah banyak dibicarakan para ulama. Misalnya seperti keterangan yang terdapat di dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji sebagai berikut:

“Di antara permainan ini adalah catur, yaitu sebuah permainan olah batin, akal dan pikiran. Tidak diragukan lagi bahwa catur memiliki manfaat untuk hati dan akal. Namun, bila seseorang tersibukkan dengan permainan tersebut sampai melampaui manfaat yang semestinya, maka hukumnya makruh. Dan jika berdampak sampai kepada menggugurkan sebagian kewajiban, maka hukumnya menjadi haram.” (Mushtafa Ahmad Khan dkk, al-Fiqh al-Manhaji, juz. VIII h. 166).

Lantas bagaimana jika kita bermain games saat menjalankan ibadah puasa? Hukum bermain games ketika sedang menjalankan ibadah puasa adalah boleh sepanjang hal tersebut tidak menimbulkan hal-hal yang diharamkan.

Namun mengingat bermain games acapkali membuat pelakunya menjadi pemalas dan turun etos kerjanya, maka kami cenderung untuk memakruhkan bermain games saat menjalankan ibadah puasa.

Bahkan bisa meningkat menjadi haram jika permainan games itu mengandung konten romantisme dan seksualitas. Karena konten-konten tersebut pada umumnya bisa menjerumuskan kepada sesuatu yang diharamkan. Dan sesuatu yang menghantarkan kepada sesuatu yang diharamkan maka sesuatu itu menjadi haram.

 

Lalu, games yang seperti apa yang boleh dimainkan ketika menjalankan ibadah puasa?

Yang paling aman adalah semestinya kita menghindari bermain games saat menjalankan ibadah puasa. Apalagi games yang mengandung konten negatif. Isilah hari-hari puasa kita dengan berbagai amaliyah yang mengandung nilai ibadah seperti memperbanyak dzikir, membaca Al-Quran, dan i’tikaf karena akan bisa menambah kesempurnaan ibadah puasa.

Di samping itu, hal yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan bagi orang yang menjalankan ibadah puasa adalah menjaga mata dari melihat sesuatu yang diharamkan, menjaga lisan dari perkataan kotor, dusta dan menggunjing, serta menjaga tangan dari berbuat kemaksiatan. Namun, bila kita tidak bisa menjaga semua itu dari hal-hal yang diharamkan, maka niscaya yang kita dapatkan dari puasa hanyalah lapar.

Demikian jawaban singkat ini. Semoga bermanfaat dan kita bukan termasuk di dalam barisan orang-orang berpuasa yang hanya mendapatkan lapar.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi, yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya), dikutip dari Rumaysho.

 

Baca juga: Rekomendasi 4 Ponsel Terbaru Harga Rp1 Jutaan di 2019

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini