Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fosil Berusia 15 Juta Tahun Ungkap Bentuk Gigi Kadal Purbakala

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 12 56 2054696 fosil-berusia-15-juta-tahun-ungkap-bentuk-gigi-kadal-purbakala-qdYcPCj4dv.jpg (Foto: Flinders University)

JAKARTA - Fosil kadal kuno diyakini menjadi nenek moyang dari kadal modern. Peneliti yang mempelajari fosil berusia 15 juta tahun mengungkap bahwa hewan purbakala memiliki rahang yang hancur, dilengkapi gigi bulat dan keras.

Dilansir dari Abc, temuan ini adalah fosil kadal paling lengkap di Australia dan dipelajari oleh mahasiswa PhD Kailah Thorn, dengan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Vertebrate Paleontology.

"Saya sudah bisa memasang kembali tengkorak dan melihatnya serta kerabatnya yang masih hidup dan mencoba mencari tahu di mana di pohon keluarga fosil ini berada," kata Thorn.

Dia mengatakan fosil itu terkait dengan sub-spesies kadal yang disebut kadal sosial dan sebagian besar sama, kecuali bahwa giginya "agak aneh".

"Giginya sangat tebal dan begitu juga rahangnya, cukup tebal dan kuat, sehingga memakan sesuatu yang berbeda dengan yang dimakan kerabat modern," katanya.

Kadal modern memiliki gigi lebih tajam dibandingkan dengan kadal lidah biru, yang memiliki gigi bulat.

 

"Ketika kami pertama kali melihat fosil, kami berpikir bahwa itu mungkin mewakili sesuatu yang merupakan bagian dari kadal dan lidah biru," katanya.

Ms Thorn mengatakan fosil itu juga mengungkapkan kadal sosial tetap tidak berubah selama jutaan tahun.

"Sebagian besar perubahan akan terjadi sekitar 15 juta tahun yang lalu," ujarnya.

Fosil yang dianalisis oleh Ms Thorn disebut Egernia gilespieae, dinamakan sesuai nama Anna Gillespie, yang menemukannya.

Dr Gillespie, dari Universitas New South Wales, menemukan fosil di Situs Warisan Dunia Riversleigh dekat perbatasan Queensland-Wilayah Utara, tempat ia mengumpulkan fosil dari situs sejak awal 1980-an untuk sebuah proyek penelitian.

"Sekitar 15 juta tahun yang lalu, situs khusus ini adalah sebuah gua besar dan apa yang terjadi seiring waktu adalah bahwa atap gua ini telah terkikis," kata Dr Gillespie.

"Sebagai hasilnya, itu membentuk perangkap yang jatuh ke semua hewan yang indah ini," katanya.

"Yang belum bisa terbang belum bisa keluar, jadi mereka sudah mati di gua dan jenazah mereka secara bertahap ditutup dengan lumpur kapur dan sedimen serta air kapur," jelasnya.

 

Baca juga: Apa Hukum Bermain Games saat Berpuasa, Makruh atau Haram?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini