Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fitur Enkripsi End-to-end WhatsApp Hanya Gimmick?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 13:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 15 207 2055973 fitur-enkripsi-end-to-end-whatsapp-hanya-gimmick-9KHrT2DlpQ.jpg WhatsApp (Foto: Ist)

JAKARTA - WhatsApp mengklaim bahwa aplikasinya sangat aman karena dilengkapi dengan fitur enkripsi end-to-end. Sayangnya hal tersebut agak diragukan, pasalnya WhatsApp baru-baru ini diserang isu spyware. Lengkapnya serangan spyware yang mengeksploitasi kerentanan adalah Pegasus, yang dibuat oleh perusahaan Israel NSO.

Spyware dapat mengakses kamera dan mikrofon ponsel, membuka pesan, menangkap apa yang muncul di layar pengguna, dan mencatat penekanan tombol. Spyware juga menyerang semua sistem operasi, termasuk Apple iOS, Google Android, dan Microsoft versi Windows yang jarang digunakan.

Dilansir dari laman Bloomberg, Rabu (15/5/2019) kabarnya hal ini bukan serangan pertama yang ditemukan dalam aplikasi perpesanan yang diklaim sangat aman. Tahun lalu, peneliti keamanan Argentina Ivan Ariel Barrera Oro menulis bahwa ada kecacatan pada Signal. Dalam hal ini, seorang peretas dapat mengirim alamat internet yang dibuat secara khusus dalam pesan Signal dan itu akan mengunduh malware.

Perlu untuk disadari bahwa Spyware mampu menginstal dirinya sendiri melalui saluran apapun, baik itu messenger terenkripsi, browser, email atau klien SMS dengan kerentanan yang belum ditemukan yang memungkinkan serangan semacam itu.

WhatsApp terkena serangan siber dari Spyware

 Baca Juga: Isu Keamanan WhatsApp, Hacker Serang iPhone dan Android

Bergitu serangan masuk ke sistem operasi, ia dapat mengontrol perangkat dengan banyak cara. Dengan keylogger, peretas hanya dapat melihat satu sisi percakapan. Kabarnya, program itu memiliki kemampuan untuk menangkap layar pengguna, dan mereka dapat melihat diskusi lengkap terlepas dari tindakan pencegahan keamanan yang dibangun ke dalam aplikasi yang Anda gunakan.

Bloomberg melaporkan jika perusahaan teknologi yang menggunakan enkripsi end-to-end sebagai cara menghindari serangan seperti gimmick belaka. Menurut penulis opini di Bloomberg, Leonid Bershidsky mengatakan jika enkripsi end-to end merupakan perangkat pemasaran yang digunakan perusahaan seperti Facebook untuk membuat pengguna merasa aman.

Sehingga pengguna tidak waspada teradap pengawasan dunia maya. Hal tersebut menurut Leonid merupakan rasa aman yang salah.

"Enkripsi, tentu saja, perlu, tetapi itu bukan cara yang aman untuk mengamankan komunikasi," kata dia.

Dia juga mengatakan dengan banyaknya isu serangan siber, seperti pada kasus WhatsApp, komunikasi yang paling benar-benar aman adalah dunia analog.

(ahl)

Berita Terkait

WhatsApp

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini