Pendiri Huawei Siap Hadapi Amerika Serikat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 14:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 20 207 2057915 pendiri-huawei-angkat-bicara-soal-pelarangan-pemerintah-as-LuozqeSqm2.jpg Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei (Foto: AFP/Fabrice Coffrini)

JAKARTA - Raksasa telekomunikasi asal China, Huawei siap menghadapi tindakan keras oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Perusahaan akan mengurangi ketergantungannya pada komponen AS, kata pendiri dan CEO Ren Zhengfei berbicara kepada Media Jepang pada Minggu (19/5).

Dilansir Channelnewsasia, Senin (20/5/2019), Presiden Donald Trump secara efektif melarang Huawei dari pasar AS pada Rabu. Pemerintah AS membatasi penjualan ke perusahaan tersebut di tengah meningkatnya perang dagang dengan Beijing.

Baca Juga : Intel dan Qualcomm Ikuti Jejak Google Hapus Kerjasama dengan Huawei

"Kami sudah mempersiapkan ini," kata Mr Ren kepada wartawan Jepang. Ia mengatakan, Huawei akan terus mengembangkan komponennya sendiri untuk mengurangi ketergantungannya pada pemasok luar. Huawei adalah pemimpin yang berkembang pesat dalam teknologi 5G tetapi tetap bergantung pada pemasok asing.

Sekadar informasi, perusahaan membeli komponen senilai sekira USD67 miliar setiap tahun, termasuk sekira USD11 miliar dari pemasok AS, menurut harian bisnis Nikkei.

 Pendiri Huawei Angkat Bicara soal Pelarangan Pemerintah AS

Latar belakang tentara Mr Ren dan budaya Huawei memicu kecurigaan di beberapa negara bahwa perusahaan itu memiliki hubungan dengan militer China dan layanan intelijen.

Huawei juga menjadi target kampanye intens oleh Washington, yang telah berusaha membujuk sekutu untuk tidak membiarkan China berperan dalam membangun jaringan seluler 5G generasi berikutnya. Instansi pemerintah AS sudah dilarang membeli peralatan dari Huawei.

"Kami belum melakukan apa pun yang melanggar hukum," kata Ren, seraya menambahkan langkah-langkah AS akan memiliki dampak terbatas.

Baca Juga : Dilarang Pakai Android, Huawei Bikin OS Buatan Sendiri?

"Diharapkan pertumbuhan Huawei dapat melambat, tetapi hanya sedikit," katanya, menurut The Nikkei.

Seorang mantan teknisi militer, Ren mendirikan Huawei pada 1987. Huawei kini mengklaim memiliki hampir 190.000 karyawan, beroperasi di 170 negara, dan melaporkan pendapatan lebih dari USD100 miliar pada 2018.

Mr Ren mengatakan perusahaannya tidak akan menyerah pada tekanan dari Washington.

Baca Juga : Lisensi Dicabut, Huawei Tak Bisa Cicipi Pembaruan Android

 Pendiri Huawei Angkat Bicara soal Pelarangan Pemerintah AS

Baca Juga : Huawei Peringatkan AS Terkait Pelarangan Teknologi 5G

(ABD)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini