Aksi 22 Mei, Kominfo Imbau Warganet Tak Viralkan Konten Aksi Kekerasan dan Ujaran Kebencian

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 207 2058940 aksi-22-mei-kominfo-imbau-warganet-tak-viralkan-konten-aksi-kekerasan-dan-ujaran-kebencian-xQukP5mh5M.jpg Ilustrasi Hoax (Foto: The Indonesian Institute)

JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan maraknya konten negatif yang beredar di social media bersamaan aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. Dari laporan Kominfo terdapat konten negatif terkait unjuk rasa berupa video kerusuhan dan hoaks video berupa ujaran kebencian.

“Kominfo pun mengimbau warganet untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan (aksi 22 Mei) di media apapun,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya, Rabu (22/5/2019).

Baca Juga : Selain Jaga Aksi 22 Mei, TNI Isi Waktu Istirahat dengan Salat Jamaah hingga Video Call dengan Kekasihnya

Menurut pria yang akrab disapa Nando, imbauan tersebut dilakukan untuk menghindari dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memicu aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat.

Menurut dia, alih-alih konten negatif warganet dihimbau untuk menyebarkan kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun.

 Kominfo Imbau warganet tak viralkan konten kekerasan

Baca Juga: Aksi 22 Mei Berujung Ricuh, Netizen Gaungkan #saveindonesia

“Konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” imbuh Nando.

Kementerian Kominfo pun akan terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun dengan menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator.

Baca Juga : Anak SMA Berpakaian Pramuka Ikut Aksi 22 Mei di Flyover Petamburan

Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif.

Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemukan dan mengenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan (aksi 22 Mei) atau kerusuhan di Jakarta. (AHL)

Baca Juga: Netizen Keluhkan Instagram dan WhatsApp Down Bersamaan Aksi 22 Mei

(ABD)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini