Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ericsson Ungkap Fakta-Fakta Terkait Mitos 5G di Indonesia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 13:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 23 54 2059464 ericsson-ungkap-fakta-fakta-terkait-mitos-5g-di-indonesia-6dFYDZCvVx.jpg Ilustrasi 5G (Foto: Smart Cities World)

JAKARTA - Perusahaan telekomunikasi Ericsson mengungkap fakta-fakta tentang mitos soal 5G. Fakta tersebut terungkap dalam laporan Ericsson ConsumerLab 2019.

Untuk mendapatkan data, Ericsson telah melakukan wawancara terhadap 35 ribu pelanggan yang tersebar di 22 negara. Di Indonesia, wawancara dilakukan pada 1.500 pelanggan di seluruh Indonesia, mewakili opini 41 juta. Ericsson juga melakukan riset kepada lebih dari 20 pakar soal 5G.

Dalam rilis yang diterima Okezone, Rabu (23/5/2019), Ericsson mengungkap jika terdapat mitos yang beredar sekarang ini bahwa 5G tidak memberikan manfaat jangka pendek bagi pelanggan internet. Faktanya, pelanggan berharap kehadiran 5G dapat memberikan perubahan jaringan ke arah yang lebih baik.

"Selain itu juga mampu membawa kemajuan dari kepadatan jaringan di perkotaan serta membawa lebih banyak pilihan jaringan home broadband," kata laporan tersebut.

Baca Juga: Pria Ini Jajal Kecepatan 5G dengan Galaxy S10, Seberapa Kencang?

Tak hanya itu, masyarakat di Indonesia juga berharap 5G dapat tersedia di negaranya dalam kurun waktu 2 tahun dari sekarang. Bahkan, laporan mengungkap jika 44% pengguna ponsel pintar di Indonesia mengungkapkan kecepatan mobile broadband belum cukup kencang.

"Lebih dari 50% pengguna ponsel pintar di Indonesia akan beralih operator jika dalam enam bulan provider yang mereka gunakan saat ini tidak menyediakan layanan 5G. Secara kasar, 50% dari total keseluruhan pengguna ponsel pintar dan 6 dari 10 yang berdomisili di Jakarta menghadapi permasalahan jaringan di wilayah padat penduduk dan berharap 5G dapat diterapkan di wilayah-wilayah tersebut," kata laporan itu.

Ericsson ungkap fakta mitos soal 5G

Baca Juga: Qualcomm Siapkan Snapdragon 865 Dukung Jaringan 5G

Lebih lanjut, mitos bahwa penggunaan nyata dan harga layanan premium untuk 5G. Fakta Ericsson mengatakan jika pelanggan telah melihat nilai dalam layanan 5G dan berharap berbagai use case-nya dapat digunakan serta dinikmati masyarakat umum dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang sejak peluncurannya.

Tak hanya itu, menurut Ericsson pemilik ponsel pintar terkini telah meragukan ponsel pintar masa kini dapat mendukung kemampuan 5G dengan maksimal. Bahkan masyarakat di Indonesia juga berharap untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang dapat dicicipi sebagai perangkat 5G, seperti kacamara AR, proyeksi holografik, kamera 360 derajat, dan ponsel lipat.

Konsumen juga memprediksi perubahan besar dari penggunaan 5G di masa depan, dengan semakin tingginya pola konsumsi video.

"Satu minggu setiap tahunnya bagi pengemudinya dan 67% berharap keberadaan 5G di mobil menjadi sama pentingnya dengan efisiensi bahan bakar dan kekuatan mesin dalam lima tahun mendatang," ungkap laporan.

Baca Juga: Ini Kendala Penerapan Jaringan 5G untuk Retail di Indonesia

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini