Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengiriman Manusia ke Mars Berbahaya, Ini Alasannya

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 17:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 10 56 2065006 pengiriman-manusia-ke-mars-berbahaya-ini-alasannya-R4ksxl6j63.jpg Ilustrasi Mars (Foto: Ist)

SOLO — Wacana misi pengiriman manusia ke Planet Mars santer terdengar belakangan hari ini. NASA hingga perusahaan swasta, SpaceX, serius merencanakan misi tersebut.

Di sisi lain, European Space Agency (ESA) atau Badan Antariksa Eropa meganggap misi pengiriman manusia ke Mars itu sangat berbahaya. ESA menegaskan radiasi kosmik di Mars akan mengancam kesehatan para astronaut.

Radiasi kosmik adalah radiasi dari partikel bermuatan berenergi tinggi yang berasal dari luar atmosfer Bumi. Sinar kosmik dapat berupa elektron, proton dan bahkan inti atom seperti besi atau yang lebih berat lagi.

Astronaut yang berada di International Space Station (ISS) yang kondisinya terkontrol saja bisa terkena radiasi hingga 200 kali lebih banyak daripada manusia di Bumi. ESA memperkirakan astronaut dalam misi menuju Mars bisa terkena radiasi hingga 700 kali lebih besar daripada di Bumi.

"Masalah sesungguhnya adalah besarnya ketidakpastian yang mengelilingi risiko ini," kata fisikawan ESA, Marco Durante, dalam keterangan resminya seperti dikutip dari Futurism.

Planet Mars berbahaya didatangi manusia

Baca Juga: Peneliti Temukan Petunjuk Baru Keberadaan Air di Mars

"Kami tidak memahami radiasi luar angkasa dengan sangat baik dan efek jangka panjang tidak diketahui," sambungnya.

Saat ini ESA sedang bekerjasama dengan peneliti dari lima laboratorium akselerator partikel di Eropa untuk meneliti dampak dari radiasi kosmik dan cara untuk mencegahnya.

Pada saat uji coba peluncuran wahana antariksa Orion milik NASA pada tahun 2020 mendatang, ESA akan memiliki kesempatan untuk meneliti radiasi di luar Bumi. Dalam uji coba yang dijadwalkan berlangsung di orbit Bulan tersebut, peneliti akan meneliti paparan radiasi di boneka percobaan selama tiga minggu.

Saat ini, penelitian yang dilakukan ESA telah menunjukkan progres yang cukup berarti. Penelitian ESA menemukan lithium efektif dalam melindungi material biologis dari paparan radiasi berbahaya.

Baca Juga: China Berencana Luncurkan Robot ke Mars di 2020

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini