Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo: Pembatasan Media Sosial Dilakukan Bila Terjadi Peningkatan Hoaks

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 09:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 14 207 2066318 kominfo-pembatasan-media-sosial-dilakukan-bila-terjadi-peningkatan-hoaks-240OQhMGik.jpg (Foto: Relton Associates)

JAKARTA - Beredar informasi bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan melakukan pembatasan akses media sosial pada Jumat (14/6/2019). Hal ini konon dilakukan untuk mencegah peredaran informasi hoaks. Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana terkait permohonan sengketa pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi pada Jumat.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu meluruskan bahwa pembatasan media sosial hanya akan dilakukan apabila terjadi lonjakan hoaks.

"Kami berharap tidak akan dilakukan pembatasan atau pelambatan medsos selama sidang MK. Langkah pelambatan atau pembatasan medsos hanya dilakukan bila terjadi peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan di medsos," kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

Ia mengatakan, sejauh pemantauan Kominfo pada pagi ini, belum ada peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan.

 Kominfo: Pembatasan Media Sosial Dilakukan Bila Terjadi Peningkatan Hoaks

Sebelumnya, pembatasan media sosial telah dilakukan pemerintah terkait aksi 22 Mei. Pembatasan tersebut membuat aktivitas di media sosial seperti berkirim pesan atau gambar menjadi terganggu atau lambat ketika proses upload.

Sebelum dicabutnya pembatasan ini oleh Kominfo, sebagian masyarakat menggunakan virtual private network (VPN). Sekalipun terbukti mampu membuat pengguna bisa mengakses media sosial maupun berkirim gambar, tetapi penggunaan VPN memiliki risiko.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pun turut mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan sembarang VPN. "Menggunakan sembarang VPN justru dapat memberikan resiko yang lebih besar bagi keamanan data pribadi kita. Ketika menggunakan VPN berarti kita mempercayakan jalur koneksi dan data pribadi kita melalui server milik perusahaan penyedia jasa VPN," kata BSSN dalam akun Instagram resminya.

 KKominfo: Pembatasan Media Sosial Dilakukan Bila Terjadi Peningkatan Hoaks

Baca juga: Terkait Lisensi Paten, Huawei Minta Verizon Bayar USD1 Miliar

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini