Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Cassini Ungkap Detail Cincin Saturnus

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 12:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 14 56 2066592 nasa-cassini-ungkap-detail-cincin-saturnus-5HVemtXGaI.jpg Ilustrasi Planet Saturnus (Foto: Solar System)

JAKARTA- Misi pesawat ruang angkasa milik NASA, Cassini resmi berakhir pada 2017. Saat itu juga, Cassini hancur dan jatuh ke Planet Saturnus. 

Dilansir dari laman BGR, Sabtu (15/6/2019) meskipun demikian beberapa data luar angkasa yang ditangkap oleh pesawat luar angkasa masih belum dipublikasikan, dan menyimpan beberapa rahasia Saturnus.

Dalam sebuah posting blog baru, NASA menyoroti beberapa temuan baru yang menarik yang ditemukan para ilmuwan dalam data Cassini. Secara khusus, pengamatan pesawat ruang angkasa menghasilkan detail baru pada struktur cincin Planet Saturnus, serta perbedaan dramatis dari satu cincin ke cincin berikutnya.

"Kami menemukan struktur yang terkait dengan detail pahatan cincin oleh massa tertanam, termasuk struktur di dekat bulan Daphnis yang tampaknya mengalami gangguan yang sangat berbeda dibandingkan dengan bahan cincin di sekitarnya, dan elemen struktur kompleks dalam gangguan berbentuk baling-baling terbesar," jelas peneliti NASA.

 NASA ungkap detail cincin Saturnus

Baca Juga: NASA: Saat Ini Waktu yang Tepat Manusia Tinggalkan Bumi

Peneliti juga menyebutkan jika ada cinciny yang dijuluki cincin C menunjukan tekstur bergaris-garis. Ini kabarnya dikaitkan dengan tabrakan diantara potongan-potongan kecil material yang membentuk cincin tersebut.

Demikian juga, terdapat satelit-sateli kecil yang membingkai cincin-cincin itu memiliki kekuatan untuk membentuknya.

"Seperti planet yang sedang dibangun di dalam cakram bahan protoplanet, bulan-bulan atau satelit kecil yang tertanam di cincin Saturnus berinteraksi dengan partikel-partikel di sekitar mereka," jelas peneliti NASA .

"Dengan cara itu, makalah ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa cincin adalah jendela ke dalam proses disk astrofisika yang membentuk tata surya kita," imbuh NASA.

Pesawat ruang angkasa NASA, Cassini mungkin memang sudah hilang, akan tetapi warisannya mungkin masih banyak untuk diungkapkan. Serta data Saturnus  yang dikumpulkannya akan terus memberikan para ilmuwan penemuan baru untuk dikaji pada masa mendatang.

Baca Juga: Uber Manfaatkan Teknologi Drone untuk Pengiriman Makanan

Baca Juga: Huawei Ajukan Merek Dagang untuk OS Baru Pengganti Android

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini