Studi Ungkap Game Online dengan Unsur Senjata Berbahaya untuk Anak-Anak

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 16:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 16 326 2067064 studi-ungkap-game-online-dengan-unsur-senjata-berbahaya-untuk-anak-anak-YhlhZ9Ch6z.jpg Ilustrasi anak-anak bermain game (Foto: Ist)

JAKARTA- Game online sekarang ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi smartphone dan industri gaming. Sayangnya, game online mampu menjadi boomerang negatif jika tidak dimainkan terus-menerus oleh anak-anak tanpa aturan.

Dilansir dari laman News 18, Minggu (16/6/2019) menurut sebuah penelitian terbaru, anak-anak yang terpapar dengan game online yang mengandung kekerasan juga lebih cenderung mengikuti di dunia nyata.

Studi yang diterbitkan oleh JAMA Network Open Journal ini juga meneliti efek video game dengan senjata pada perilaku anak-anak ketika mereka menemukan senjata dalam kehidupan nyata. Studi ini dilakukan pada anak-anak berusia antara 8-12 tahun yang ditugaskan untuk memainkan tiga versi berbeda dari permainan Minecraft.

Versi pertama adalah kekerasan dan mengharuskan pemain untuk membunuh monster dengan senjata sedangkan yang kedua mengharuskan pemain untuk membunuh monster dengan pedang. Versi ketiga adalah tanpa kekerasan, tanpa senjata atau monster.

 Studi ungkap game dengan unsur kekerasan berbahaa bagi anak-anak

Baca Juga: Kecanduan Game, Mahasiswa Bawa Pispot ke Kamar Tidur hingga Terancam DO

Untuk temuan itu, tim dari Ohio State University di AS memasukkan 220 anak yang menemukan senjata saat bermain. Hampir 62 persen dari 76 anak-anak yang bermain video game dengan senjata menyentuh senjata.

Sekitar 57 persen dari 74 anak-anak yang memainkan permainan dengan kekerasan pedang menyentuh senjata, dan sekitar 44 persen dari 70 anak-anak yang memainkan versi tanpa kekerasan menyentuh senjata.

Versi kekerasan dengan senjata dan pedang itu signifikan bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor mitigasi lainnya seperti jenis kelamin, usia, sifat agresif, paparan media kekerasan, sikap terhadap senjata, keberadaan senjata api di rumah,dan minat senjata api.

Meskipun, penelitian dibatasi oleh pengaturan buatan laboratorium universitas dan Minecraft bukan permainan yang sangat keras. Para peneliti mendorong pemilik senjata untuk mengamankan senjata api mereka dan mengurangi paparan anak-anak terhadap game kekerasan.

Baca Juga: Menkominfo Ingatkan Orangtua dan Guru Awasi Anak saat Main Game

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini