Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai AI, Facebook Bikin Peta Kepadatan Populasi di Asia Pasifik

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 207 2068865 pakai-ai-facebook-bikin-peta-kepadatan-populasi-di-asia-pasifik-QQHQkmCBJZ.jpg Peta AI Facebook (Foto: Facebook)

JAKARTA- Para peneliti Artificial Inteligence (AI) Facebook telah menciptakan peta kepadatan populasi Asia Pasifik yang diklaim paling detail di dunia. Peta dengan teknologi AI tersebut diklaim mampu membantu badan dan organisasi bidang kesehatan.

Tak hanya itu ini juga diharapkan mampu memberikan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan Facebook bekerja sama dengan pusat penelitian dan organisasi non profit untuk memanfaatkan big data dan AI guna mengatasi permasalahan dan tantangan sosial, kesehatan, dan infrastruktur di Asia.

Dari keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (21/6/2019) untuk membuat peta, Facebook telah menerapkan kekuatan pemrosesan komputer, keterampilan olah data yang mumpuni, dan keahlian dalam AI untuk menciptakan peta populasi lokal yang paling detail dan akurat.

Dalam hal ini, Facebook juga bekerja sama dengan for International Earth Information Network dari Columbia University (CIESIN) untuk memastikan bahwa upaya ini menggunakan data administratif yang terkini dari seluruh negara yang terlibat.

Dengan mengkombinasikan seluruh data yang tersedia di publik dengan kemampuan teknologi AI, Facebook mampu menciptakan peta populasi yang tiga kali lebih detail dibandingkan sumber lainnya. Peta kepadatan populasi beresolusi tinggi ini akan menunjukkan estimasi jumlah penduduk dalam jarak 30 meter, termasuk jumlah anak-anak dibawah usia lima tahun, dan jumlah perempuan pada usia produktif, dan informasi demografis lainnya.

 Facebook luncurkan peta dengan teknologi AI

 Baca Juga: Ini Cara Kerja Mata Uang Digital Milik Facebook

“Peta kepadatan populasi Facebook dapat meningkatkan kinerja lembaga non-profit, termasuk kinerja peneliti mereka, dan bagaimana kebijakan dikembangkan. Membangun produk berupa data dari sumber data non-personal seperti gambar satelit dan data sensus, memungkinkan Facebook untuk memanfaatkan kemampuan komputasi dan olah datanya untuk seluruh dunia serta menjaga privasi mereka,” ucap John Wagner, juru bicara untuk Facebook Indonesia.

Gambar resolusi tinggi dari satelit kini sudah digunakan hampir di seluruh dunia. Namun, sebelum proyek pemetaan Facebook dimulai, dibutuhkan waktu yang panjang bagi para relawan untuk menyisir jutaan gambar untuk mengidentifikasi kota atau desa kecil.

Tim Facebook menggunakan AI untuk mengatasi masalah tersebut, dan secara efisien melakukan pendataan secara detail. Sebagai contoh, untuk negara Indonesia, sistem pemindaian komputer menguji 725 juta gambar satuan untuk menentukan apakah di dalamnya terdapat gambar gedung. Tim menemukan sekitar 28 juta gambar lokasi gedung atau bangunan hanya dalam beberapa hari.

“Sejak saya memulai karir bidang kemanusiaan di Peace Corps hingga beberapa minggu lalu saya berbicara dengan para ahli di World Health Assembly 2019 di Jenewa, kebutuhan yang utama saat ini adalah data populasi yang akurat,” kata Alex Pompe, manajer penelitian di Facebook.

Facebook juga mengungkapkan jika proyek ini aman dari pencurian data pribadi. Facebook mengklaim seluruh data satelit maupun sensus yang digunakan tidak mengandung data pribadi yang dapat teridentifikasi.

Baca Juga: Facebook Bangun Rumah Virtual untuk Latih AI

Baca Juga: Facebook Hapus 3 Miliar Akun Palsu dalam Waktu 6 Bulan

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini