Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cantiknya Instalasi Digital TeamLab Future Park Jakarta Manfaatkan Proyektor Epson

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 10:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 27 207 2071384 instalasi-digital-teamlab-future-park-jakarta-manfaatkan-proyektor-epson-2ok6V8s5Oj.jpg Wahana Sketch Aquarium di TeamLab Future Park Jakarta (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA- Pameran instalasi digital, TeamLab Future Park  and Animals of Flowers, Symbiotic Lives hadir pada 26 Juni 2019 di Gandaria City, Jakarta. Pameran ini mengusung tema teknologi dan seni dengan visual digital.

Adapun teknologi yang digunakan yakni proyektor 3LCD milik Epson yang mengusung teknologi dengan pencahayaan tinggi. Menurut Product Marketing Printer dan Visual Instrument Departemen Head PT. Epson Indonesia Zanipar SA Siadari ini merupakan wahana terbesar dan memiliki durasi paling lama (6 bulan) yang dikerjakan partner mereka, TeamLab.

TeamLab Future Park Jakarta Manfaatkan Proyektor Epson

Baca Juga: 5 Instalasi Super Instagramable di Pameran Seni TeamLab Future Park and Animals of Flowers

Total luas arena ini mencapai 2000 meter persegi. Zanipar juga mengatakan proyektor Epson hadir pada lima wahana pada instalasi yakni Animal Flowers, Symbiotic Lives, Graffti Nature: Lost, Immersed and Reborn, Sliding through the Fruit Field, dan Sketch Aquarium. Sementara itu Light Ball Orchestra sendiri tak menggunakan proyektor karena memiliki memanfaatkan bola-bola bohlam yang besar.

"Konten programming dan konten merupakan karya TeamLab, Epson sendiri merupakan official partner dan menggunakan proyektor Epson yang menggunakan high brightness, berteknologi tinggi dan lensanya bisa dituker, diganti lensanya tergantung jarak tembak," jelas Zanipar saat ditemui dikawasan Gandaria City, Rabu (26/6/2019).

Baca Juga: Pameran Seni Teknologi Tinggi Hadir di Gandaria City

Dia juga menjelaskan lebih lanjut mengenai gabungan antara teknologi dan seni yang dihadirkan dalam pameran. Lengkapnya, wahana-wahana di dalam menggabungkan programming, proyeksi, video mapping, dan perpaduan dengan sensor. (AHL)

Light Ball Orchestra tak menggunakan proyektor karena memiliki memanfaatkan bola-bola bohlam yang besar.

"Saat pengunjung menyentuh objek yang ditembak proyektor, kemudian sensor membaca dan sensor mengirim ke media server dan media server memberi respon," jelas dia.

Saat mengunjungi instalasi, Okezone mencoba untuk berinteraksi dengan beberapa gambar yang dapat pecah (semacam pendar cahayanya) jika diinjak oleh kaki. Sementara itu video mapping yang dihadirkan pun menghasilkan visual yang menakjubkan dan instagramable. Objek menghasilkan visual warna yang estetik dan beberapa objek mampu bergerak.

Menurut Zapari, pameran tersebut juga menjadi satu bukti bahwa proyektor tak hanya hadir di ruang-ruang kelas atau meeting, namun juga pameran seni.

Untuk informasi, pameran instalasi dengan proyektor Epson ini mirip dengan Museum TeamLab Borderless di Odiba, Tokyo. Ini menjadi menarik, pasalnya masyarakat Indonesia tak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati instalasi digital dengan visual cahaya yang mumpuni.

TeamLab Future Park Jakarta Manfaatkan Proyektor Epson

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini