Share

CEO Huawei: Google Akan Kehilangan 800 Juta Pengguna

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 28 207 2072051 ceo-huawei-google-akan-kehilangan-800-juta-pengguna-jCRAKBGxtv.jpg CEO Huawei, Ren Zhengfai (Foto: Newstandhub)

JAKARTA- Pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei mengatakan jika Google akan kehilangan 700 hingga 800 juta penggunanya. Hal tersebut imbas dari rencana pencabutan lisensi Android smartphone Huawei pada Agustus 2019.

"Huawei dan Google akan selalu berada di jalur minat yang sama, dan jika kita tidak memuat sistem Google, Google akan kehilangan 700-800 juta pengguna di masa mendatang," kata Ren dalam wawancara baru-baru ini, seperti dilansir dari laman Gizmochina, Jumat (28/6/2019).

Dia menambahkan bahwa sebenarnya perusahaan tidak ingin mengganti sistem Google sama sekali karena itu akan memperlambat pertumbuhan. Akan tetapi jika Google akan mencabut lisensi, Huawei memiliki sistem sendiri untuk menggantikan dan diharapkan akan kembali ke pertumbuhan.

HongMeng OS atau Oak OS siap untuk dirilis pada akhir September atau Oktober dan pada awalnya akan fokus pada perangkat kelas menengah, seperti yang dilaporkan. Dalam pengujian yang baru-baru ini dilakukan terhadap sistem operasi seluler Huawei sendiri, merek-merek China lainnya seperti Vivo dan Oppo juga berpartisipasi.

Hongmeng OS diklaim memiliki sekitar 60 persen lebih cepat daripada Android. Ada laporan yang mengklaim bahwa Huawei sedang dalam pembicaraan dengan Sailfish OS dan Avrora OS Rusia sebagai pengganti yang mungkin untuk Android.

 CEO Huawei, Ren Zhnegfei ancam google kehilangan 800 juta pengguna

Baca Juga: Intip Apa Saja Teknologi yang Dipamerkan di MWC 2019 Shanghai

HongMeng OS dari Huawei akan kompatibel dengan semua aplikasi Android dan juga dapat dikompilasi ulang untuk meningkatkan kinerja, seperti Chrome OS. Jika Huawei menggantikan OS Android dan meyakinkan pabrikan smartphone China lainnya untuk menggunakan sistem operasinya, itu bisa menjadi ancaman besar bagi monopoli Google di pasar ponsel pintar dengan OS Android.

Bulan lalu, Google mencabut lisensi Huawei untuk menggunakan sistem operasi mobile Android-nya setelah Departemen Perdagangan AS mendaftarkan Huawei Technologies Co. Ltd di bawah daftar Entitasnya yang mencakup perusahaan-perusahaan yang mengancam keamanan nasionalnya.

Kemudian, Departemen Perdagangan AS meredakan larangan tersebut dan memberikan waktu 90 hari untuk menyelesaikan dengan perusahaan lain sebelum larangan tersebut diberlakukan. Sementara itu, perusahaan mengkonfirmasi bahwa pengguna smartphone Huawei yang ada akan terus menerima pembaruan.

Tapi, sepertinya situasi untuk Huawei tidak dapat membaik dalam waktu dekat dan perusahaan juga telah mengungkapkan bahwa larangan tersebut akan menekan pendapatan Huawei sebesar USD30 miliar.

Baca Juga: Daftar Ponsel Huawei yang Dapat Update EMUI 9.1

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini