NASA Ungkap Foto Penampakan Gerhana Matahari Total

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 17:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 03 56 2074201 nasa-ungkap-foto-penampakan-gerhana-matahari-total-vpwvPSUEry.jpg (Foto: Instagram/nasagoddard)

JAKARTA - Gerhana matahari total terlihat di wilayah Amerika Selatan pada Selasa. Masyarakat yang tidak bisa melihat langsung, bisa melihat foto yang diunggah di Instagram oleh akun NASA 'nasagoddard'.

"Bulan terlihat melewati di depan matahari selama gerhana matahari total pada hari Selasa, 2 Juli 2019, tepat di atas Cerro Tololo Inter-American Observatory National Science Foundation (NSF) yang terletak di kaki pegunungan Andes, 7.241 kaki (2200 meter) di atas permukaan laut di Wilayah Coquimbo, Chili utara," tulis akun NASA 'nasagoddard'.

Gerhana matahari sebagian terlihat di seluruh Ekuador, Brasil, Uruguay, dan Paraguay. Saat Bulan bergerak di depan Matahari, ada area kecil terang yang tersisa, dalam kombinasi dengan atmosfer Matahari yang masih terlihat di sekitar Bulan.

Fenomena ini tampak seperti cincin berlian raksasa. Menurut akun IG tersebut, Venus juga terlihat di bawah dan di sebelah kiri gerhana matahari total.

Lihat postingan ini di Instagram

The #Moon is seen passing in front of the #Sun during a total solar eclipse on Tuesday, July 2, 2019, directly over the National Science Foundation’s (NSF) Cerro Tololo Inter-American Observatory located in the foothills of the Andes, 7,241 feet (2200 meters) above sea level in the Coquimbo Region of northern Chile. A partial solar eclipse was visible across Ecuador, Brazil, Uruguay, and Paraguay. As the Moon moves in front of the Sun, the single bright spot left — in combination with the atmosphere of the Sun still visible around the Moon — looks like a giant diamond ring. Venus is visible below and left of the total solar eclipse. Credit: NASA/Goddard/Rebecca Roth #Eclipse2019 #Eclipse #EclipseSolar2019 #EclipseChile #Chile #solareclipse

Sebuah kiriman dibagikan oleh NASA Goddard (@nasagoddard) pada

Gerhana matahari menjadi fenomena langka dan sebagian orang menantikan kehadiran fenomena tersebut. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, gerhana matahari pada 2 dan 3 Juli hanya teramati di Pasifik dan Amerika Selatan. Hal ini terjadi karena garis gerhana yang dimulai pada pagi 3 Juli di Pasifik Barat dan berakhir saat maghrib 2 Juli di Amerika Selatan.

Fenomena alam ini menyebabkan daerah yang terkena gerhana matahari total akan benar-benar gelap gulita sesaat karena cahaya matahari tertutup seluruhnya oleh bayangan bulan. Fenomena ini bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun ilmuwan.

Anda bisa melihat foto fenomena gerhana matahari ini di akun Instagram NASA 'nasagoddard'.

Baca juga: Ini Alasan Gerhana Matahari Total Tak Terlihat di Indonesia

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini