The Light Indonesia Gelar Konferensi Anak Muda 4.0, Bahas Teknologi hingga Esports

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 19:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 06 207 2075503 the-light-indonesia-gelar-konferensi-anak-muda-4-0-bahas-teknologi-hingga-esports-so5rlfREuz.jpg Acara Generator 2.0 oleh The Light Indonesia di Jakarta (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA- Komunitas anak muda, The Light Indonesia mengusung acara Generator 2.0' yang akan membahas teknologi di era anak muda. Acara ini merupakan kelanjutan dari Generator 1.0 yang digelar pada 2018.

Lengkapnya, dalam 'Generator 2.0' terdapat konferensi untuk anak-anak SMA se-Jabodetabek bertemakan Anak Muda 4.0. Acara ini juga didukung oleh Bukalapak dan DANA. Dilengkapi dengan sub-tema antara lain mental health for youth, e-sport and youth, creative content and design, youth and technology, dan education 4.0.

Main Conference yang dimulai pukul 9 pagi ini dibuka oleh komika Pandji Pragiwaksono sebagai moderator dari mini-talk bersama Faldo Maldini dan Tsamara Amany sebagai influencer politisi muda, serta Vincent Iswara, CEO DANA.

Ketiga narasumber menyampaikan opini menarik tentang bagaimana anak muda memberikan kontribusi untuk Indonesia dengan potensinya masing-masing.

Vincent Iswara dalam diskusi yang berlangsung interaktif dan segar bercerita bahwa potensi Indonesia yang sangat besar yang mendorong dia untuk berkontribusi melalui inovasi berbasis teknologi, bidang yang menjadi kompetensinya.

"Saya membuat konsep co-working space di awal 2000an ketika konsep ini belum dikenal orang. Hingga, saya menginisiasi lahirnya DANA, dompet digital open platform yang dibuat untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Intinya, anak Indonesia jangan berhenti untuk mengoptimalkan kompetensi di bidang yang dikuasai agar bisa berkontribusi untuk lingkungannya dan bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik lagi," kata Vincent dalam keterangan resminya, Sabtu (6/7/2019).

Acara Generator 2.0 Bahas Teknologi hingga eSport

Baca Juga: San Francisco Bakal Larang Teknologi Facial Recognition, Ini Alasannya

Sampai dengan pukul 7 malam, kegiatan peserta akan diisi dengan workshop, dan sub-conference dengan fasilitator dari NGO, komunitas sosial, start-up, dan industri kreatif. Lebih dari 300 peserta menghadiri Generator 2.0 yang bertepatan dengan liburan pasca akhir semester.

Peserta juga dapat menikmati, penampilan live music, dance, bazaar dan pameran booth yang disiapkan oleh panitia yang juga masih dari kalangan mahasiswa ini.

Komunitas yang memiliki visi "generosity can beat poverty" ini mengharapkan acara Generator yang akan diadakan setiap tahun bisa menjadi penggerak anak-anak SMA khususnya yang berasa du wilayah Jabodetabek agar memiliki semangat muda yang berdampak untuk diri sendiri dan sekitar. Komunitas untuk anak-anak SMA ini digagas oleh Novel Leonardo sebagai founder yang ingin memfasilitasi mereka dengan youth-empowerment yang tidak hanya didapatkan di sekolah saja.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini