Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ponsel Black Market Ganggu Penjualan Ponsel Lokal

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 13:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 08 57 2076038 ponsel-black-market-ganggu-penjualan-ponsel-lokal-3hnAJJSIEO.jpg (Foto: Thom/Unsplash)

JAKARTA - Peredaran ponsel Black Market (BM) akan semakin ditekan dengan implementasi aturan tentang nomor IMEI yang rencananya dimulai pada Agustus 2019. Dengan penerapan aturan ini oleh pemerintah, maka diharapkan tercipta persaingan yang sehat di pasar ponsel Tanah Air.

Salah satu produsen ponsel yang antusias terhadap aturan ini ialah Advan. Ditemui Okezone pada Jumat (5/7/2019) di Jakarta ketika peluncuran program Super Brand Day Shopee, Andy Gusena, Brand Director Advan mengungkap bahwa penerapan aturan IMEI akan menciptakan pasar ponsel yang jelas.

"Saya yakin setiap brand ada pasar masing-masing. Nah, dengan adanya (aturan IMEI) ini, akan tercipta pasar-pasar yang jelas. Pasar yang mana, itu memang dia pengguna brand apa, akan seperti itu," ujar Andy.

Diharapkan pula ada peningkatan penjualan dan Advan berharap pemerintah akan men-support produk lokal.

Tanpa aturan IMEI, produsen ponsel selama ini mengalami kerugian dari sisi penjualan ponsel. Advan yang sempat berada di posisi tiga besar, kini berada di lima besar untuk bisnis ponsel di Tanah Air.

Produsen ponsel terganggu dengan hadirnya ponsel BM, karena ponsel BM ini hadir dengan spesifikasi lebih tinggi dengan harga yang tentunya lebih murah. Hal ini merugikan produsen ponsel lokal.

"Mereka bisa memberikan suatu barang yang spec-nya lebih tinggi harga lebih murah karena kan BM ya. Itu merugikan kita," tuturnya.

 Peredaran ponsel Black Market (BM) akan semakin ditekan dengan implementasi aturan tentang nomor IMEI

Baca juga: Ini Resiko Beli Ponsel Black Market

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini