Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Nasib Ponsel Black Market Sebelum 17 Agustus 2019

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 11 57 2077562 ini-nasib-ponsel-black-market-sebelum-17-agustus-2019-Tgc9X6M5EQ.jpg (Foto: Tech.Co)

JAKARTA - Regulasi tentang nomor IMEI untuk mencegah peredaran ponsel ilegal rencananya diterapkan mulai Agustus 2019. Tepatnya, peraturan ini berlaku pada 17 Agustus, berdasarkan keterangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dalam akun IG resmi Kemenperin, terungkap bahwa aturan IMEI ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk dalam negeri. Selain itu, regulasi diharapkan bisa melindungi konsumen melalui sinkronisasi IMEI dan SIM Card.

Aturan juga ditujukan untuk melindungi industri ponsel dalam negeri. Peraturan Menteri tentang hal ini masih dibicarakan 3 kementerian, Kemendag, Kominfo dan Kemenperin.

Bagaimana dengan ponsel black market (BM) yang dibeli sebelum 17 Agustus 2019? Keterangan Kemenperin dalam Q&A di IG mengungkap bahwa HP BM yang dibeli sebelum tanggal 17 Agustus akan mendapatkan pemutihan yang regulasinya sedang disiapkan.

Sementara itu ponsel impor atau ponsel yang dibeli dari luar negeri, yang dibeli setelah 17 Agustus tidak akan dapat digunakan di Indonesia.

Lebih lanjut Kemenperin mengungkap bahwa laman cek IMEI sedang disiapkan. Sehingga, masyarakat tidak perlu buru-buru mengecek nomor IMEI di ponsel mereka.

Peran Kemenperin dalam regulasi ini ialah mengumpulkan data IMEI yang disamakan dengan provider/operator untuk aplikasi cek IMEI.

 Regulasi tentang nomor IMEI untuk mencegah peredaran ponsel ilegal rencananya diterapkan mulai Agustus 2019.

Baca juga: Ponsel Black Market Ganggu Penjualan Ponsel Lokal

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini